Berita Sukoharjo Terbaru

Gadaikan BPKB dan Berhasil Raup Rp 45 Juta di BMT Bekonang Sukoharjo, Setelah Dicek Ternyata Palsu

Polres Sukoharjo berhasil mengamankan dua orang yang menggunakan BPKB palsu untuk mengajukan anggunan ke BMT Muamalat cabang Bekonang Sukoharjo.

Gadaikan BPKB dan Berhasil Raup Rp 45 Juta di BMT Bekonang Sukoharjo, Setelah Dicek Ternyata Palsu
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas memimpin jalannya konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Sukoharjo, Senin (16/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO -- Polres Sukoharjo berhasil mengamankan dua orang yang menggunakan BPKB palsu untuk mengajukan anggunan ke BMT Muamalat Cabang Bekonang.

Mereka adalah WS (49) warga Sukoharjo dan TD (43) warga Solo yang memiliki hubungan hutang piutang.

Menurut Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, TD berperan memberikan BPKB palsu kepada WS untuk dibuat agunkan ke BMT sebesar Rp 45 juta dengan angsuran selama 36 bulan pada awal Mei 2019 lalu.

Setelah dana tersebut cair, WS yang mengajukan anggunan tidak pernah membayar cicilan, hingga BMT melayangkan somasi.

"Pihak BMT melakukan audit, saat itu diketahui KTP dan KK tidak sesuai, berjalannya waktu, BPKB yang diagunkan juga diketahui palsu," katanya saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo kepada TribunSolo.com, Senin (16/12/2019).

Pihak BMT kemudian melaporkan kasus ini kepihak kepolisian, yang laporan itu ditindaki dengan melakukan penyelidikan dan pinyidikan.

Temukan Banyak BPKB di Kantor Investasi Bodong PT KAS, Polisi Telusuri Keberadaan Aset Kendaraan

Polresta Solo Cari Pencuri Brankas Berisi Berisi Puluhan Sertifikat dan BPKB yang Dibuang di Sragen

Hingga akhirnya pada 9 Desember 2019, WS berhasil ditangkap di kawasan Terminal Sukoharjo, sementara TD diamakan di kawasan Serengan, Solo.

"Kedua tersangka baru kali pertama melakukan tindakan pemalsuan itu, tapi sudah profesional memalsukan beberapa identitas," jelasnya.

"Ke depannya kita akan ungkap siapa yang membuat surat-surat itu," jelasnya.

Dari tangan kedua tersangka polisi mengamankan Kartu Keluarga (KK) palsu, BPKB palsu, satu unit komputer, stempel, dan dua buah printer.

Kedua pelaku terancam melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved