Berita Sukoharjo Terbaru

Kronologi Ibu di Sukoharjo Gadaikan BPKP Palsu untuk Bayar Utang, Cair Rp 45 Juta

WS (49) seorang ibu asal Sukoharjo tidak menyangka masalah utang piutangnya dengan TD (43) akan berakhir dengan jeratan kasus hukum bagi keduanya.

Kronologi Ibu di Sukoharjo Gadaikan BPKP Palsu untuk Bayar Utang, Cair Rp 45 Juta
TribunSolo.com/Agil Tri
Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas memimpin jalannya konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Sukoharjo, Senin (16/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - WS (49) seorang ibu asal Sukoharjo tidak menyangka masalah utang piutangnya dengan TD (43) akan berakhir dengan jeratan kasus hukum bagi keduanya.

Dia nekat menggadaikan BPKB palsu dengan identitas Daihatsu Xenia Nopol AD-8937-QN ke BMT Muamalat Cabang Bekonang Sukoharjo pada awal Mei 2019 lalu.

Hal itu dilakukan WS lantaran dia memiliki utang terhadap TD sebesar Rp 27 juta.

Berawal dari Hutang Piutang, Seorang Ibu Asal Sukoharjo Gelap Mata dan Gadaikan BPKB Palsu

"Setelah suami saya meninggal, saya punya utang sebesar Rp 27 juta dengan menggadaikan BPKB motor Honda Scoopy dan BPKB mobil Honda Jazz saya kepada TD," katanya konferensi pers di Mapolres Sukoharjo kepada TribunSolo.com, Senin (16/12/2019).

Karena kesulitan membayar, WS dan TD memiliki siasat untuk mengambil pinjaman ke koperasi dengan menggunakan BPKB palsu.

TD memberikan BPKB palsu itu kepada WS, yang kemudian oleh WS diajukansebagai agunan dan terealisasi pinjaman sebesar Rp 45 juta.

Uang tersebut digunakan WS untuk melunasi utangnya kepada TD, yang pelunasannya sebesar Rp 35 juta.

Gadaikan BPKB dan Berhasil Raup Rp 45 Juta di BMT Bekonang Sukoharjo, Setelah Dicek Ternyata Palsu

Sementara sisanya yang Rp 10 juta digunakan WS untuk kebutuhan pribadinya.

"Setelah saya lunasi utang saya, BPKB motor dan mobil saya tidak dikembalikan, sehingga saya kesulitan untuk menyicil agunan itu," imbuhnya.

TD berdalih, hal itu lantaran WS sudah jatuh tempo dari perjanjian awal.

"Awal perjanjiannya, hutang akan dikembalikan selama satu bulan, tapi ini sudah sampai tiga bulan," sanggah TD.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengungkapkan pada 9 Desember 2019, WS berhasil ditangkap di kawasan Terminal Sukoharjo, sementara TD diamakan di kawasan Serengan, Surakarta.

Mereka ditangkap setelah BMT menyadari adanya pemalsuan dokumen berupa Kartu Keluarga dan BPKB tersebut.

"Kedua tersangkan baru kali pertama melakukan tindakan pemalsuan itu, tapi sudah profesional memalsukan beberapa identitas."

 "Ke depannya kita akan ungkap siapa yang membuat surat-surat itu," jelasnya.

Dari tangan kedua tersangka polisi mengamankan Kartu Keluarga palsu, BPKB palsu, satu unit komputer, stempel, dan dua buah printer.

Kedua pelaku terancam melanggar pasal 378 KUHP atau Pasal 263 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved