Ganjar Pranowo Panggil Industri Kecil Batik dan Ciu yang Buang Limbah ke Bengawan Solo

Ganjar Pranowo Panggil Pelaku Industri Tahu, Batik dan Ciu : Aktor Pembuang Limbah ke Bengawan Solo

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sempat memanggil sejumlah pelaku industri kecil untuk melakukan mediasi dan mencari jalan keluar, terkait pencemaran Bengawan Solo yang kian parah.

Bengawan Solo Tercemar, Bupati Karanganyar: Tak Ada Industri yang Buang Limbah ke Sungai Bengawan

Limbah Industri Batik Cemari Anak Sungai Bengawan Solo, Air Kali Jenes Sampai Berwarna Merah Pekat

Pengusaha dan pengrajin yang dipanggil meliputi usaha dibidang pembuatan tahu, batik, tekstil, dan ciu.

Menurut Ganjar, para pembuang limbah ke Bengawan Solo, justru pelaku industri kecil.

"Dari sini disampaikan ke saya, industri besar sanggup membuat Ipal, sementara industri yang kecil tidak, dan industri kecil ini jadi urusan pemerintah,"

"Tapi, sementara belum ada Ipal, agar tidak membuang lagi limbah di sungai bagaimana, kita siapkan tangki untuk pembuangan limbah, hal ini agar industri tidak mati, rakyat tidak terdapak," jelas Ganjar, ditemui TribunSolo.com di Solo, Minggu (29/12/2019).

Saat ini, Pemprov Jateng menjadwalkan kembali untuk mediasi penyelesaian limbah yang dibuang ke Sungai Bengawan Solo.

"Sekarang membuat jadwal, saya minta untuk menyelesaikan, tahapannya seperti apa, komunikasinya bagaimana, peralatan seperti apa, waktu pemasangan berapa lama, dan sebagainya agar dikomunikasikan kepada masyarakat," terangnya.

Kendati demikian, dia belum bisa memastikan berapa jumlah Ipal yang harusnya dibuat untuk menampung limbah industri tersebut.

"Jumlah Ipal belum, saya baru suruh mereka menghitung dulu dengan melibatkan dinas terkait, akademisi, tokoh masyarakat, dan lainnya," imbuhnya.

Untuk saat ini, dia berharap agar para pelaku usaha ini tidak membuang limbahnya ke sungai.

Hal ini sebagai pencegahan agar Sungai Bengawan Solo tidak kotor.

"Selain itu, harus ada tindakan darurat, seperti limbah dimasukan ke tangki, dan industri bekerjasama dengan vendor pengolahan limbah," tutupnya.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk membuat gerakan nyata agar sungai Bengawan Solo terbebas dari pembuangan limbah berbahaya.

"Tindakan yang dilakukan bisa kampanye, melakukan penanaman pohon, atau membuat suatu gebrakan untuk menyelematkan sungai Bengawan Solo," katanya.

Sungai Bengawan Solo saat ini tengah dikeluhkan karena tercemar berbagai limbah baik dari industri besar hingga industri menengah kebawah. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Aji Bramastra
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved