Berita Sukoharjo Terbaru

BPBD Sukoharjo akan Kembali Bentuk 3 Destana di Kawasan Rawan Bencana

BPBD Sukoharjo menyiapkan berbagai langkah tanggap bencana, seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

BPBD Sukoharjo akan Kembali Bentuk 3 Destana di Kawasan Rawan Bencana
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Kepala BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto,┬áSelasa (7/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Memasuki cuaca yang ekstrem, BPBD Sukoharjo menyiapkan berbagai langkah tanggap bencana, seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Menurut Kepala BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto, hal ini perlu dilakukan mengingat cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga pertengahan bulan.

"Dari prediksi BMKG, cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang masih terjadi sampai pertengahan Januari 2020," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (7/1/2020).

Debit Air Mulai Naik, BPBD Sukoharjo Pantau Lima Anak Sungai Bengawan Solo

Memasuki cuaca ekstrem ini, bencana banjir dan tanah longsor menjadi fokus BPBD Sukoharjo.

BPBD Sukoharjo sendiri sudah memetakan daerah rawan bencana, seperti di sejumlah kawasan yang ada di Kecamatan Grogol, Mojolaban, dan Polokarto yang berpotensi banjir.

Dan Kecamatan Weru dan Bulu yang berpotensi tanah longsor.

"Kita kemarin sudah membentuk lagi 3 Destana di Desa Bogel (Polokarto), Desa Pandean (Grogol), dan Desa Laban (Mojolaban), sehingga total sudah ada 7 Destana," jelasnya.

Gedung DPRD Sukoharjo yang Lama Dirobohkan, Untuk Bangun Lagi Keluar Duit Rp 50 Miliar

Masing-masing Destana memiliki relawan sekitar 30 personel di tiap-tiap desa, yang sudah mendapatkan pelatih tanggap bencana yang di fasilitasi desa maupun BPBD.

"Desa sudah berbenah, mempersiapkan logistik dan perlengkapan jika sewaktu-waktu bencana datang, termasuk dari BPBD juga sudah siap," imbuhnya.

Ke depan, BPBD kembali akan membentuk 3 Destana lagi di Desa Pranan, Tegalmade, dan Kadokan Kecamatan Grogol.

Pencarian Ibu yang Hanyut di Kali Samin Sukoharjo Diperluas hingga Bengawan Solo dan Sisir ke Sragen

Dia harap, Pemerintah Desa (Pemdes) selalu mendukung aktivitas tanggap bencana ini dengan mengucurkan dana desa.

"Saya harap Desa menganggarkan dana desa, karena dana desa juga dipreoritaskan untuk bencana alam maupun sosial," tutupnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved