Berita Karanganyar Terbaru

Bupati Karanganyar Juliyatmono Soal Perusakan Lawu : Siapa Pun yang Senggol Alam Menyakiti Hati Saya

Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta izin usaha pengembangan yang menggunakan alat berat dan merusak Gunung Lawu segera dicabut Perum Perhutani.

TribunTravel/Rizky Tyas
Suasana pegunungan di lereng gunung Lawu, Tawangmangu 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR -- Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta izin usaha pengembangan yang menggunakan alat berat dan merusak Gunung Lawu segera dicabut oleh Perum Perhutani.

Menurut Juliyatmono, siapapun yang ingin mengubah dan menyenggol alam di Karanganyar akan berhadapan dengan dirinya.

"Siapa pun yang senggol alam menyakiti hati saya," kata Juliyatmono kepada TribunSolo.com, Jumat (10/1/2020).

Pihaknya mengatakan, memang tidak memiliki kewenangan mengatur Lawu sebab ada pihak Perum Perhutani.

Namun, walaupun begitu sebagai pemangku wilayah Karanganyar pihaknya perlu ikut mengawasi.

"Ini tanggung jawab moril, jangan sampai mereka enjoy saja kalau tidak diawasi," kata Juliyatmono.

"Karena bisnis lama-lama bisa mengubah alam," jelas dia.

Bupati Karanganyar Juliyatmono Minta Desa dan Warga Klodran Berembuk, Cari Alternatif Tempat Lain

Gunung Lawu Diterjang Badai, Jalur Pendakian via Candi Cetho dan Cemoro Kandang Ditutup

Pihaknya juga tetap meminta ada evaluasi dari lokasi usaha lainnya yang ada di Gunung Lawu saat ini.

Jangan sampai ada yang mengubah alam dan bisa ditinjau lagi untuk apa peruntukan usaha tersebut.

"Kalau orang ke Lawu cari yang hijau, mencari hawa sejuk untuk mencari inspirasi jadi harus tetap hijau kalau gedung di kota sudah banyak, Lawu harus dijaga," kata Juliyatmono.

"Intinya jangan di senggol alam itu," papar Juliyatmono. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved