Ini Hasil Penggeledahan KPK di Rumah Dinas Bupati Sidoarjo, Sita Lima Mata Uang Asing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita lima mata uang asing serta duit Rp1 miliar dari hasil penggeledahan di rumah dinas atau pendopo Bupati Sido

Ini Hasil Penggeledahan KPK di Rumah Dinas Bupati Sidoarjo, Sita Lima Mata Uang Asing
Tribunnews/Irwan Rismawan
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah menggunakan rompi oranye usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) dini hari. KPK resmi menahan 6 orang tersangka yakni Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Judi Tetrahastoto, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji, serta pihak swasta Ibnu Ghofur dan Totok Sumedi dengan barang bukti uang Rp 1.813.300.000 terkait dugaan kasus proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNSOLO.COM  - Hasil penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di umah dinas atau pendopo Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menemukan mata uang asing serta uang Rp1 miliar, Sabtu (11/1/2020).

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah terlibat kasus pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo.

"Mata uang asing antara lain USD50.000, SGD64.000 dan mata uang asing lainnya yaitu Dolar Australia, Euro, Yen dan lainnya yang saat ini masih dalam proses penghitungan," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Sabtu (11/1/2020).

Geledah Rumah Dinas Bupati Sidoarjo, KPK Sita Uang Rp 1 Miliar

Terjaring OTT KPK, Wahyu Setiawan Diduga Minta Uang Rp 900 Juta kepada Politikus PDIP

Tak hanya di rumah dinas Bupati, KPK juga turut menggeledah ruang kerja Bupati Saiful dan ruangan Unit Layanan Pengadaan (ULP).

"Tim penyidik menyita sejumlah dokumen terkait pengadaan proyek di lingkungan Pemkab Sidoarjo," beber Ali.

KPK resmi menetapkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo, Rabu (8/1/2020).

Penetapan tersangka menyusul operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Bupati dan 10 orang lainnya di Kabupaten Sidoarjo dengan barang bukti senilai Rp1,81 miliar pada Selasa (7/1/2020).

Bupati Sidoarjo Terjaring OTT KPK Terkait Suap Pengadaan Barang dan Jasa, Ini Fakta-faktanya

Selain Bupati Saiful, KPK juga menetapkan tersangka lain yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya (BMSDA) Kab. Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih; PPK Dinas PU BMSDA Kab. Sidoarjo Judi Tetrahastoto dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji.

Kemudian, terduga pemberi suap yakni dua pihak swasta Ibnu Ghopur dan Totok Sumedi.

Saiful diduga menerima uang suap senilai Rp550 juta agar memuluskan proyek-proyek yang diinginkan Ibnu salah satunya proyek Jalan Candi-Prasung dengan nilai Rp21,5 miliar.

Ibnu juga memenangkan proyek lainnya melalui beberapa perusahaan antara lain proyek pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, proyek pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar dan proyek peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp5,5 miliar.

Atas perbuatannya, Bupati Saiful Ilah dan terduga penerima suap lain disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara terduga pemberi suap Ibnu dan Totok disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Sita 5 Mata Uang Asing dan Rp1 Miliar dari Hasil Geledah Terkait Kasus Bupati Sidoarjo.

Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved