Berita Sukoharjo Terbaru

Kerusakan Gunung Lawu Disebut Bisa Percepat Kerusakan Sungai Bengawan Solo

Kerusakan pada lereng Gunung Lawu disebut BPPTPDAS akan berdampak pada Sungai Bengawan Solo.

TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Peneliti Irfan Budi Pramono (kanan) dan Kepala BPPTPDAS, Gunawan Rahmanto (kiri), saat foto bersama, Minggu (12/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kerusakan pada lereng Gunung Lawu disebut Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPPTPDAS) akan berdampak pada Sungai Bengawan Solo.

Peneliti Irfan Budi Pramono mewakili Kepala BPPTPDAS Gunawan Rahmanto, bahwa kondisi DAS Sungai Bengawan Solo sudah sangat rusak dan mengkhawatirkan.

Sehingga pihaknya merekomendasikan agar Sungai Bengawan Solo segera direstorasi.

"DAS sebuah sungai dihitung mulai dari hulu dimana sumber air yang mengalir di sungai tersebut, untuk DAS Bengawan Solo mulai dari punggungan atau seluruh lereng Gunung Lawu, yang mengalir ke sungai Samin untuk Bagian barat dan sungai lain di bagian Utara, sebagai anak sungai Bengawan Solo," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (12/1/2020).

Gunung Lawu Diterjang Badai, Jalur Pendakian via Candi Cetho dan Cemoro Kandang Ditutup

Irfan menjelaskan bilamana DAS atau hulu sungai rusak, akan mempercepat kerusakan di sepadan sungai.

Dalam hal ini kasus lereng Gunung Lawu yang digunduli akan mempercepat pula longsor karena infiltrasi air kurang.

"Sangat disayangkan sekali kejadian penggundulan gunung Lawu kemarin, harus segera dilakukan konservasi, karena sepertinya lokasinya berada di kemiringan yang tajam."

"Jangan sampai kita menyesal saat bencana datang," imbuhnya.

Sejumlah rekomendasi disampaikan BPPTPDAS, seperti Segera dilakukan konservasi air dan tanah yang sesuai dengan kondisi bio fisiknya.

Diprediksi Ada 3.000 Pendaki Nikmati Malam Pergantian Tahun Baru 2020 di Puncak Gunung Lawu

Untuk lereng yang kemiringannya diatas 20 harus ada tanaman keras, seperti sengon, cengkeh, alpukat, suren, mahoni, Cemara.

Pihaknya berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar mengenai bahaya kerusakan DAS untuk sungai.

"Kasus di Gunung Lawu menurut saya karena lemahnya pengawasan, dulu AMDAL sangat ketat dan perlu banyak kajian, saat ini harus ditingkatkan lagi." (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved