Penggelapan Miliaran di BKK Wonogiri

Kejari Wonogiri Masih Selidiki Ada Tidaknya Keterlibatan Orang Lain dalam Kasus BKK Eromoko Rp 2,7 M

Kejari Wonogiri masih melakukan pemeriksaan intensif Giri Rahmanto (36) staf marketing PT BKK Eromoko Cabang Pracimantoro yang menggelapkan dana.

Kejari Wonogiri Masih Selidiki Ada Tidaknya Keterlibatan Orang Lain dalam Kasus BKK Eromoko Rp 2,7 M
TribunSolo.com/Agil Tri
Kejari Wonogiri yang tengah menangani penggelapan dana nasabah Rp 2,7 miliar di BKK Eromoko, Selasa (14/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI -- Kejaksaan Negeri (Kejari)  Wonogiri masih melakukan pemeriksaan intensif Giri Rahmanto (36) staf marketing PT BKK Eromoko Cabang Pracimantoro yang menggelapkan dana nasabah hingga Rp 2,7 miliar.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Wonogiri, Ismu Armanda Suryono uang tersebut milik 28 nasabah yang terpecah menjadi 45 rekening.

Yang mayoritas nasabahnya adalah pedagang di Pasar Pracimantoro, Wonogiri.

"Saat ini kita masih melakukan pendalaman lagi, terkait ada tidaknya orang lain yang terlibat dalam hal ini," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (14/1/2020).

Menurut keterangan, pelaku selama ini bermain seorang diri dengan modus uang yang ia dapatkan dari nasabah secara jemput bola.

Namun uang dari nasabah yang menabung maupun deposito, tidak semuanya distor ke BKK Eromoko.

Pelaku Penggelapan Rp 2,7 M Sosok Dipercaya, Banyak Pedagang Pasar Pracimantoro Tergiur Menabung

Pelaku Penggelapan Rp 2,7 M di BKK Eromoko Wonogiri Percaya Mistis, Banyak Uang Diserahkan ke Dukun

Pelaku melakukan aksinya sejak tahun 2014 sampai 2017 lalu, hingga akhirnya BKK melakukan audit dan menemukan kejanggalan dari rekening milik nasabah melalui GR.

Hasil audit tersebut kemudian dilaporkan kepada Kejari Wonogiri pada 2018 lalu.

Puluhan Nasabah Jadi Korban Penggelapan Staf BKK Eromoko Wonogiri, Uang Rp 2,7 M Dibawa ke Dukun

Dari keterangan pelaku, uang tersebut ia gunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, menutup lubang yang dia gali dari nasabah, dan untukpenggandaan uang.

"Dari keterangan pelaku, uang tersebut ia gunakan untuk penggandaan uang di dukun," paparnya.

"Katanya dia sudah menghabiskan hingga ratusan juta rupiah untuk itu," jelas dia.

Pelaku terancam pasal berlapis, yakni Undang-undang Tipikor Pasal 2 juncto Pasal 3 juncto Pasal 8, dan juncto Pasal 18 UU No. 20/2001
perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Penyalahgunaan Jabatan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Saat ini pelaku ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Wonogiri setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved