Mahasiswa UGM Yogyakarta Temukan Obat Antimalaria dari Mikroalga

Penyakit ini menjadi ancaman yang cukup serius karena banyaknya laporan resistensi khususnya Plasmodium falciparum di sebagian besar wilayah.

Mahasiswa UGM Yogyakarta Temukan Obat Antimalaria dari Mikroalga
TribunSolo.com/Agil Tri
ilustrasi pengecekan jenitik nyamuk 

TRIBUNSOLO.COM - Malaria masih menjadi salah satu persoalan kesehatan di dunia termasuk Indonesia.

Penyakit ini menjadi ancaman yang cukup serius karena banyaknya laporan resistensi khususnya Plasmodium falciparum di sebagian besar wilayah.

“Munculnya resistensi terhadap lebih dari satu jenis obat antimalaria yang sehari-hari dipakai dalam pengobatan malaria menambah sulit upaya penanggulangan yang dilakukan,” kata Endang Ariyani Setyowati, Senin (13/1/2020) saat memaparkan hasil penelitian doktoralnya di Fakultas Biologi UGM.

Mengenal Penyakit Asam Lambung yang Diderita Ibunda Rizky Febian, Ini Gejala dan Obatnya

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi persoalan resistensi, salah satunya dengan menggunakan obat kombinasi derivat armisini.

Namun hasil tersebut justru menunjukkan semakin resisten terhadap obat-obatan. 

Oleh sebab itu, pencarian obat alternatif antimalaria baru melalui mekanisme baru dengan mengekplorasi senyawa bioaktif dari berbagai sumber bahan alam perlu dilakukan secara terus menerus.

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunjogja.com, Endang kemudian berupaya melakukan penelitian untuk menemukan obat alternatif antimalaria dari bahan alam yakni mikroalga.

Mengenal Efek dari GHB, Obat yang Dipakai Reynhard Sinaga Bius Korban untuk Melancarkan Aksi

"Dari sejumlah penelitian terdahulu diketahui bahwa mikroalga memiliki sejumlah senyawa yang memiliki aktivitas sitotoksik, antitumor, antiviral, antibiotik dan juga antimalaria," katanya.

Dalam penelitian ini Endang menggunakan ekstrak mikroalga dari jenis S. platensis, C. vulgaris, S. costatum , C. calcitrans dan N.oculata untuk menghambat pertumbuhan P. falciparum berdasarkan penghambatan enzim PfMQO, PfNDH2 dan PfDHODH. 

Hasilnya menunjukkan keempat mikroalga tersebut dapat menghambat perkembangan P.falciparum.

Tak Hanya Mengobati Penyakit, Ternyata Terapi Akupunktur Juga Bisa Menurunkan Berat Badan

“Ekstrak S platensis dalam etanol pa dengan enzim PfMQO memberikan penghambatan terbaik pada P. falciparum.  S. platensis tergolong senyawa antimalaria yang aktif dan kuat, mengandung senyawa bioaktif  golongan terpenoid, asam lemak, alkaloid dan flavonoid merupakan sumber senyawa antimalaria yang potensial dan menjanjikan,” paparnya. (Tribunjogja.com/Noristera Pawestri) 

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Mahasiswa UGM Temukan Obat Antimalaria dari Mikroalga"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved