Penggelapan Miliaran di BKK Wonogiri

Pelaku Penggelapan Rp 2,7 M di BKK Eromoko Wonogiri Percaya Mistis, Banyak Uang Diserahkan ke Dukun

Pelaku penggelapan uang nasabah Rp 2,7 miliar di PT Badan Kredit Kecamatan (BKK) Eromoko Cabang Pracimantoro Wonogiri ternyata percaya hal-hal mistis.

Pelaku Penggelapan Rp 2,7 M di BKK Eromoko Wonogiri Percaya Mistis, Banyak Uang Diserahkan ke Dukun
TribunSolo.com/Agil Tri
Staf marketing PT BKK Eromoko Cabang Pracimantoro bernama Giri Rahmanto (36) yang menggelapkan dana nasabah Rp 2,7 miliar untuk digandakan di dukun saat digelandang tim Kejari Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI -- Pelaku penggelapan uang nasabah Rp 2,7 miliar di PT Badan Kredit Kecamatan (BKK) Eromoko Cabang Pracimantoro Wonogiri ternyata percaya hal-hal mistis, karena pelaku ke dukun juga mencari jimat.

Terlebih penggelapan dilakukan seorang staf marketing PT BKK Eromoko Cabang Pracimantoro bernama Giri Rahmanto (36) itu disebut diserahkan kepada dukun dengan tujuan akan digandakan.

Warga Sumber RT 02 RW 01, Puloharjo, Eromoko itu pun terpaksa harus berurusan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri.

Aksi yang ia lakukan sejak 2014 hingga 2017 itu, berhasil menggelapkan dana masabah hingga Rp 2,7 miliar.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Wonogiri, Ismu Armanda Suryono mewakili Kepala Kejari Wonogiri, Agus Irawan mengatakan, uang nasabah tersebut digunakan pelaku untuk penggandaan uang.

"Dari keterangan pelaku, uang digunakan untuk penggandaan uang di dukun," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (14/1/2020).

Ismu mengatakan, pelaku telah banyak menghabiskan uangnya untuk pergi ke dukun.

"Katanya dia sudah menghabiskan hingga ratusan juta rupiah," imbuhnya.

Puluhan Nasabah Jadi Korban Penggelapan Staf BKK Eromoko Wonogiri, Uang Rp 2,7 M Dibawa ke Dukun

Kasus Penggelapan Dana Nasabah BNI Senilai Rp 58,9 M, Tiga Pimpinan KCP Ditetapkan Jadi Tersangka

Selain itu, pelaku juga masih mempercai hal-hal yang bersifat mistis, karena pelaku ke dukun juga mencari jimat.

Selain itu, uang tersebut juga digunakan pelaku untuk memutarkan uangnya, bilamana ada nasabah yang ingin melakukan penarikan.

"Jadi uang itu diputarkan pelaku sendiri untuk gali tutup lubang," jelasnya.

Uang yang disalahgunakan tersebut milik 28 nasabah yang terpecah menjadi 45 rekening.

Pelaku terancam pasal berlapis, yakni Undang-undan Tipikor Pasal 2 juncto Pasal 3 juncto Pasal 8, dan juncto Pasal 18 UU No. 20/2001 perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Penyalahgunaan Jabatan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Saat ini tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Wonogiri setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved