Berita Karanganyar Terbaru

Maling Kambing Asal Sukoharjo Ditangkap, Biasa Beraksi Tengah Malam dan Hanya Ambil yang Jantan

Spesialis pencuri kambing asal Jumapolo, berinisial RIS (31) berhasil dibekuk aparat kepolisian Polres Karanganyar.

Maling Kambing Asal Sukoharjo Ditangkap, Biasa Beraksi Tengah Malam dan Hanya Ambil yang Jantan
TRIBUNSOLO.COM/AGUS ISWADI
Konferensi pers kasus pencurian hewan di Mapolres Karanganyar, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNSOLO.COM , KARANGANYAR - Spesialis pencuri kambing asal Jumapolo, berinisial RIS (31) berhasil dibekuk aparat kepolisian Polres Karanganyar.

Dalam menjalankan aksinya, residivis yang pernah dua kali mendekam di LP Sragen dan Wonogiri karena kasus yang sama itu dibantu rekannya GNA (40) warga Mojolaban Sukoharjo.

Mereka menjalankan aksinya pada pukul 24.00 WIB ke atas atau dini hari.

Kambing yang berhasil dicuri kemudian diangkut menggunakan sepeda motor.

Polisi Masih Buru Maling Kambing di Sambi Boyolali, Diduga Motor Pinjaman

Dari informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, mereka sudah menjalankan aksinya di tiga lokasi yang masuk wilayah Karanganyar.

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunjateng.com, aksi terakhirnya dilakukan di kandang ternak milik Sugio warga Dusun Genuk RT 2/2 Desa Paseban Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, Senin (11/11/2019) pukul 05.00

Akibat kejadian itu, Sugio mengalami kerugian senilai Rp 4,5 juta, lantaran tiga kambing miliknya mati digorok oleh pelaku.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi mengatakan, pelaku sudah menjalankan aksinya di tiga lokasi yang berada di wilayah Karanganyar.

Viral, Aksi Maling Kambing saat Siang Bolong di Sambi Boyolali Terekam CCTV, Ini Penjelasan Polisi

"Modus mereka agak menarik karena memotong cempe (anak) dan betina menggunakan pedang. Kemudian yang diambil jantannya untuk dijual," katanya saat konferensi pers di Mapolres Karanganyar, Kamis (16/1/2020).

Sambungnya, anak kambing dan betina tersebut digorok dengan pedang supaya pemilik ternak tidak mendengar suara ternak saat pelaku menjalankna aksinya.

Residivis berinisial RIS menyampaikan, selama menjalankan aksinya di Karanganyar, ia sudah menjual 6 ekor kambing, sedangkan yang digorok mati berjumlah 9 ekor.

"Kambing dijual di Pasar Klitikan Semanggi. Harganya bisa Rp 800 ribu-Rp 900 ribu per ekor," ujarnya.

Selanjutnya, rekannya, GNA menambahkan setiap kali menjalankan operasi, ia dibayar senilai Rp 400 ribu.

Akibat aksinya, pelaku dikenai pasal 363 ayat 1 dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.  (Tribunjateng.com/Agus Iswadi)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul "Ini Pengakuan Pencuri Spesialis Kambing Asal Jumapolo Karanganyar, Diambil Hanya Yang Jantan"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved