Berita Solo Terbaru

Rumah Sakit Jiwa Solo Sebut Pasien dari Kalangan Anak yang Kecanduan Gadget Naik, Ini Ciri-cirinya

Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo masih mendapati pasien anak karena kecanduan gadget.

Rumah Sakit Jiwa Solo Sebut Pasien dari Kalangan Anak yang Kecanduan Gadget Naik, Ini Ciri-cirinya
TribunSolo.com/Adi Surya
Suasana RSJD dr Arif Zainuddin Solo di Kecamatan Jebres. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo masih mendapati pasien anak karena kecanduan gadget.

Humas RSJD Solo Totok Hardijanto mengatakan, sampai saat ini masih ada pasien dengan umur masih sangat muda datang ke rumah sakit lantaran kecanduan gadget yang disebabkan karena game.

Dari data yang dimilikinya, biasanya seminggu dua kali pasien dengan kecanduan gadget, saat ini bisa dua pasien dalam sehari.

Rata-rata mereka yang datang di antar orangtuanya, lantaran sudah merasa terkena gangguan kejiwaan.

Mereka yang diketahui datang yakni usia Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Iya masih ada saja yang datang ke RSJD Solo memeriksakan kecanduan gadget," papar Totok kepada TribunSolo.com, Rabu (22/1/2020).

"Mereka ya dari Solo Raya yang datang memeriksakan diri ke sini," papar Totok.

Zaskia Mecca Ungkap Cerita tentang Putranya yang Sakit Kepala Hebat dan Muntah gara-gara Main Gadget

Sering Disepelekan, Ternyata 6 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Gadget

Dijelaskannya, ada dua kategori yakni Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Kalau berdasarkan riset ODGJ 70 persen bisa kambuh lagi," kata Totok.

Cari Gadget Untuk Game? Inilah Pilihan Hape Rp 2 Jutaan Terbaru Cocok Buat Gaming, Simak Daftarnya

DPPKBP3A Sukoharjo Imbau Anak Kurangi Main Gadget dan Lebih Sering Mendengar Dongeng

Ada beberapa kriteria orang yang sudah mulai terganggu jiwanya lantaran kecanduan gadget seperti suka marah bila handphone diminta.

Kedua, mengunci diri dalam kamar, malas makan, malas mandi dan seharian mengurung diri hanya bermain gadget.

Kalau ini tidak begitu banyak pasiennya, yang banyak dulu sekitar Oktober, November, Desember 2019.

"Kalau jumlah pasti saya belum bawa data, tapi kalau pasiennya ada yang daftar kecanduan gadget," papar Totok. (*)

Penulis: Ryantono Puji Santoso
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved