Seragam Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Dibuat di Bantul, 1 Stel Seharga Rp 600 Ribu

Fenomena munculnya kerajaan fiktif Keraton Agung Sejagat (KAS) di Pogung, Jurutengah, Bayan, Purworejo, beberapa waktu lalu sempat buat heboh.

ISTIMEWA/Facebook
Pemimpin Kerajaan Agung Sejagat Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu Dyah Gitaraja. 

TRIBUNSOLO.COM - Seragam yang dipakai para anggota Kerajaan Agung Sejagat (KAS) ternyata dijahit di rumah produksi yang berlokasi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seperti diketahui, fenomena kemunculan kerajaan fiktif Keraton Agung Sejagat (KAS) di Pogung, Jurutengah, Bayan, Purworejo, beberapa waktu lalu sempat menghebohkan banyak pihak.

Sang 'Raja' dan 'Ratu' KAS, Toto Santoso dan Fanni Aminadia sudah ditangkap Kepolisian terkait kasus penipuan dan keonaran.

Muncul Kerajaan King of The King yang Janji Bagikan Uang Rp 3 Miliar untuk Tiap Orang

Usut punya usut, kostum yang dipakai kerajaan fiktif tersebut ternyata dijahit di Bumi Projotamansari.

Tepatnya di Putro Moelyono Production, home industri dibidang alat musik, drumband dan kostum yang berada di Sonosewu, RT 01, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

"Iya, kostum (Keraton Agung Sejagat) dipesan disini. Mbak Fanni (Aminadia) langsung yang datang pesan kesini," kata Wahyu Agung Santoso, owner Putro Moelyono Production, ditemui di rumahnya, Rabu (29/1/2020).

Diceritakan Koko, panggilan Wahyu Agung Santoso, pemesanan kostum dilakukan oleh Fanni pada pertengahan November 2019.

Kerajaan Fiktif Bermunculan, Pengamat Sosial Menilai Antara Motif Uang dan Masyarakat Tak Rasional

Waktu itu, awal mula pemesanan, dirinya dihubungi langsung oleh Fanni yang belakangan diketahui merupakan "Ratu" dari Keraton Agung Sejagat.

Fanni menghubungi Koko untuk memastikan, apakah bisa membuat kostum sesuai pesanan.

Setelah dipastikan bisa, Fanni kemudian datang.

"Mbak Fanni enggak ngomong kostumnya mau buat apa. Dia cuma bilang, pesan kostum gini bisa nggak?," ucap Koko, menirukan perkataan Fanni sembari menunjukan foto seragam kerajaan Brunei Darussalam.

Tak Ingin Disamakan dengan Kerajaan Agung Sejagat, Pihak Kasultanan Keraton Pajang Beri Penjelasan

Kata Koko, kostum yang diperlihatkan Fanni sebagai contoh awal, merupakan milik dari Kerajaan Brunei Darussalam, kemudian dalam proses pengerjaannya, kostum tersebut didesain ulang, disesuaikan dengan permintaan.

Satu stel kostum dihargai Rp 900 ribu.

Saat itu Fanni memesan kostum sebanyak 297 stel.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved