China Larang Pasangan Menikah di Tanggal Cantik Guna Cegah Virus Corona

Selain itu, pemerintah melalui kementerian urusan publik juga melarang upacara pemakaman digelar terlalu lama agar konsentrasi massa tak terlalu lama.

Tayang:
Editor: Reza Dwi Wijayanti
KOMPAS.com
Ilustrasi pernikahan. 

TRIBUNSOLO.COM -  Otoritas China meminta pasangan yang hendak menikah di " tanggal cantik" Minggu (2/2/2020) untuk membatalkannya guna menangkal virus corona.

Selain itu, pemerintah melalui kementerian urusan publik juga melarang upacara pemakaman digelar terlalu lama agar konsentrasi massa tak terlalu lama.

Permintaan itu dilangsungkan setelah virus corona yang merebak sejak Desember 2019 merenggut nyawa 259 orang, dan menginfeksi hampir 12.000 di China.

Berita Solo Terpopuler: Jokowi Momong Jan Ethes hingga Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona

Korban Meninggal Akibat Virus Corona di China Capai 304 Orang

"Ketika sudah menetapkan tanggal pernikahan di 2 Februari tahun ini, Anda disarankan membatalkannya, dan menjelaskan situasinya," ujar kementerian dalam negeri.

Momen 2 Februari, yang jika diurutkan "02022020" dan bisa dibaca bahkan dari belakang, dianggap sebagai tanggal keberuntungan.

Sejumlah kota di Beijing dan Shanghai menawarkan layanan menikahkan pasangan di tanggal itu, meski kemudian muncul simpang siur karena kantornya tutup.

Pemerintah melanjutkan, mereka menyatakan bakal menghentikan sementara layanan pernikahan, dan meminta pasangan tak menggelar jamuan.

Tak hanya itu. Otoritas juga mengumumkan bahwa upacara pemakaman harus digelar secara sederhana untuk menghindari kerumunan dalam jumlah besar.

Kemudian sebagaimana diwartakan AFP Sabtu (1/2/2020), jenazah korban yang terinfeksi virus corona diharapkan untuk dikremasi secepat mungkin.

Petugas pemakaman harus "mempersenjatai diri" dengan pakaian pelindung, dan membawa pengukur suhu untuk menghindari infeksi virus.

Sebelumnya, Beijing memutuskan membatalkan perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar di sejumlah kota besar untuk menghindari konsentrasi massa.

Sekolah dan universitas juga diperpanjang liburannya, para pekerja juga diminta tak ke kantor, dengan masyarakat diminta tak berkumpul dalam jumlah banyak.

Pasien yang Alami Gejala Virus Corona di RSUD Dr Moewardi Akan Jalan Observasi Ulang

Pasien Terduga Virus Corona di RS Dr Moewardi Solo Ternyata Mahasiswi yang Pulang dari China

Lebih dari 50 juta orang di Hubei, provinsi yang menjadi sumber pertama penyebaran virus China, ditutup dengan transportasi publik dihentikan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat dunia setelah ratusan kasus positif dilaporkan terjadi di 25 negara, termasuk AS hingga Jepang.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, virus corona adalah virus "luar biasa" yang memerlukan penanganan "luar biasa" juga.

(Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Virus Corona, China Larang Pesta Pernikahan di "Tanggal Cantik"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved