Riset Indonesia Indicator: Ini Menteri Paling Banyak Dibicarakan Netizen Selama 100 Hari Kabinet

Berdasarkan hasil riset itu, sepanjang 20 Oktober 2019 hingga 24 Januari 2020, ada lima nama menteri yang banyak dibicarakan netizen di Twitter.

KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai dilantik Presiden Joko Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto paling banyak dibicarakan warganet ( netizen) di media sosial, khususnya Twitter dalam 100 hari kinerja Kabinet Indonesia Maju.

Indonesia Indicator (I2) merupakan perusahaan intelijen media dengan menggunakan piranti lunak artificial intelligence (AI) dalam risetnya.

Berdasarkan hasil riset itu, sepanjang 20 Oktober 2019 hingga 24 Januari 2020, ada lima nama menteri yang banyak dibicarakan netizen di media sosial Twitter.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, menyebutkan, lima menteri itu, yakni Menhan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Fachrul Razi.

Dorong Ciptakan Sentra Pemasaran, Menteri Koperasi dan UMKM Minta Manfaatkan Lahan dan Gedung Kosong

"Namun, jarak percakapan antara Prabowo dengan menteri lainnya relatif besar," kata Rustika dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/2/2019).

Ia memaparkan, Menhan Prabowo Subianto menjadi tokoh kontroversial yang paling banyak dibicarakan netizen.

Rival Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 itu diperbincangkan netizen sebanyak 710.968 kicauan yang kemudian direspons netizen lainnya hingga mencapai 1.781.945 aktivitas dalam bentuk retweet, mention, dan reply.

Melalui Social Network Analysis (SNA), dapat terlihat bahwa sebanyak 49,46 persen netizen bersikap netral atas berbagai aktivitas dan kebijakan Prabowo dan tidak secara langsung memihak kepada Prabowo.

Polarisasi masa pilpres masih terasa meskipun sudah mulai menurun.

"Terdapat 28,12 persen akun oposisi yang masih mendukung Prabowo dan terdapat 14,61 persen akun pro-pemerintah yang sebelumnya bukan pendukung Prabowo. Kedua kelompok akun ini tidak saja hanya memberi dukungan, namun juga sesekali terlihat menyindir Prabowo," papar Rustika.

Halaman
1234
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved