Breaking News:

Sederet Fakta Tentara Thailand Bunuh 26 Orang di Korat: Sempat Update Status di Facebook

Sebuah insiden tragis terjadi di Nakhon Ratchasima (Korat) di mana seorang tentara Thailand membunuh 26 orang.

(Sky News)
Jakraphanth Thomma. Tentara Thailand berpangkat Sersan Mayor berdiri di depan kobaran api di mana dia melakukan penembakan massal. Sebanyak 20 orang dilaporkan tewas dalam insiden di Nakhon Ratchasima pada Sabtu (8/2/2020). 

Diberitakan The Washington Post, ibu Jakraphanth yang tidak disebutkan identitasnya itu didatangkan dari Provinsi Chaiyaphum.

Terdapat video di media sosial, yang tak bisa dibuktikan kebenarannya, bahwa si ibu langsung histeris begitu mendengar anaknya menjadi pelaku penembakan massal.

Didatangkan dari daerah sejauh sekitar 70 kilometer, aparat meminta kepada ibu Jakraphanth supaya bersedia membujuk anaknya agar menyerah.

Kisah Menyentuh Hati Orangutan Ulurkan Tangan ke Pria yang Masuk ke Kolam Penuh Ular

Gibran Terima Undangan Tes Kelayaan DPP PDIP di Jakarta, Berharap Berangkat Bareng Purnomo dari Solo

4. Sempat "update" di Facebook

Sang tentara Thailand diketahui sempat aktif di media sosial, baik sebelum serangan maupun ketika dia mulai menembaki Distrik Muang.

"Kematian tidak akan bisa dihindari oleh semua orang." Demikian status yang diunggah oleh Jakraphanth sembari membawa senapan dan membunuh 26 orang.

Selain itu, dia juga sempat menuliskan status bagaimana jarinya sudah lelah menarik pelatuk. "Haruskah saya menyerah?" tanyanya.

Dalam pernyataan resmi Facebook, mereka langsung menghapus akun Jakraphanth begitu insiden tersebut terjadi, termausk menangkal gambar-gambar sadis korban tewas.

"Tidak ada tempat di Facebook bagi orang yang melakukan kekejaman, dan kami tak akan membiarkan orang memuji aksinya," ujar perwakilan media sosial tersebut.

(Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Tentara Thailand Bunuh 26 Orang: Dipicu Jual Beli Rumah hingga Datangkan Ibu untuk Negosiasi"

Editor: Reza Dwi Wijayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved