Dijual di Amerika Serikat, Harga Intip Nasi alias Kerak Nasi Rp 100 Ribuan per Bungkus

Intip nasi atau kerak nasi dijual dengan harga lebih dari 7 dollar di supermarket di Amerika Serikat. Harga berkisar Rp 100 ribu lebih per bungkus.

Dijual di Amerika Serikat, Harga Intip Nasi alias Kerak Nasi Rp 100 Ribuan per Bungkus
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Intip susun dalam proses produksi, Kamis (2/6/2016) siang. 

TRIBUNSOLO.COM - Makanan tradisional, intip nasi, dibuat dari bagian (nasi tanak dan sebagainya) yang keras dan gosong yang melekat pada dasar periuk, atau bisa juga disebut kerak nasi.

Saat menanak nasi menggunakan periuk, biasanya masih ada kerak nasi yang tertinggal dan gosong sebagian.

Kerak tersebut kemudian diambil dan kadang digoreng, sehingga bisa dimakan sebagai camilan.

Tapi selain dimakan, kerak nasi ini kadang dijemur di bawah sinar matahari hingga kering, kemudian dijual ke pengepul dengan harga yang murah.

Termasuk Jeruk, Inilah 5 Makanan yang Bisa Timbulkan Masalah Ginjal Jika Dikonsumsi Berlebihan

Siapa sangka, kudapan tradisional ini rupanya juga dijual di supermarket Amerika Serikat.

Akun Facebook Rich Ajibola, seorang warga New York, membagikan foto intip yang dijual dalam kemasan di supermarket New Grand Mart yang terletak di 6255 Little River Turnpike, Alexandria, Virginia, pada Kamis (6/2/2020).

Menurut keterangan di laman Yelp.com, supermarket ini memang menyediakan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari dari negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Maka agaknya bisa dimengerti bahwa intip juga bisa dijual di supermarket ini.

Gurihnya Ayam Goreng Lalapan di Warung Mbak Mulyani Sukoharjo Bisa Jadi Jujugan Kuliner Akhir Pekan

Namun demikian, bagi masyarakat yang sudah biasa melihat atau menikmati intip, atau sakadar tahu intip, mungkin akan merasa harga yang tertera di label kemasan sangat mahal.

Dalam foto, tertera bahwa harga intip di kemasan tersebut adalah 7.58 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 103.701 (kurs 1 dolar Amerika Serikat = Rp13.681).

Halaman
12
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved