Selundupkan Sabu di Rutan Solo

Tahanan Rutan Solo yang Diduga Suruh Istrinya Selundupkan Sabu-sabu Dikenai Sanksi

BS tahanan kasus narkoba di Rutan Solo yang diduga menyuruh istrinya berinisial ES (35) untuk menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu mendapat sanksi.

Tahanan Rutan Solo yang Diduga Suruh Istrinya Selundupkan Sabu-sabu Dikenai Sanksi
TribunSolo.com/Ryantono Puji
ES, istri tahanan yang menyelundupkan sabu-sabu ke dalam Rutan Klas 1 A Solo menangis setelah tertangkap basah petugas, Jumat (7/2/2020) pukul 10.20 WIB. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -  BS, tahanan kasus narkoba di Rutan Kelas 1A Solo mendapatkan sanksi dari pihak Rutan.

Hal ini menyusul aksinya yang diduga menyuruh istrinya berinisial ES (35) untuk menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu ke dalam Rutan Kelas 1A Solo.

Menurut Kepala Pengamanan Rutan Kelas 1A Solo, Andi Rahmanto, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap BS terkait aksi penyelundupan sabu tersebut.

Pengakuan Istri Napi yang Selundupkan Sabu-sabu ke Rutan Kelas 1A Solo, Pernah Lakukan Penyelundupan

Untuk saat ini sanksi awal telah ditetapkan kepada BS, sebagai imbas dari aksinya tersebut.

"Sanksi sementara, izin kunjungan kepada BS kita cabut," katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (10/2/2020).

Dia mengatakan pihaknya belum memberikan sanksi lainnya, seperti pemindahan kamar tahanan dan sebagainya.

Kronologi Istri Napi yang Selundupkan Sabu-sabu ke Rutan Solo, Lakukan Transaksi dengan Pengedar

Sementara itu, penyelidikan juga terus dilakukan pihak kepolisian terkait aksi nekat yang dilakukan BS yang mencoba menyelundupkan sabu ke dalam Rutan.

Saat ini BS sudah ditetapkan menjadi tersangka, dan mendekam di tahanan Mapolresta Solo untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Terkait siapa yang menyuruh kita akan dalami lagi, apakah permintaan suami atau inisiatif dari tersangka sendiri," kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai.

Polisi Akan Lakukan Tes Narkoba Kepada Istri Napi yang Selundupkan Sabu di Rutan Kelas 1A Solo

Akibat perbuatannya, ES terancam pasal  114 ayat (1) subsidair 112 ayat (1) subsidair 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba.

"Ancaman hukumannya paling ringan penjara lima tahun, dan paling berat seumur hidup," tutupnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved