10 Fakta Terungkapnya Klinik Aborsi di Paseban: Pelaku Mantan PNS, Janin Dibuang ke Septic Tank

Dalam penangkapanya terdapat tiga pelaku praktik aborsi ilegal yang berinisial MM alias AA (46), RM (54) dan SI (42).

10 Fakta Terungkapnya Klinik Aborsi di Paseban: Pelaku Mantan PNS, Janin Dibuang ke Septic Tank
(TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (ketiga dari kanan), Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Merdeka Sirait (kedua kiri), dan Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinkes DKI, Wening (paling kanan), saat konferensi pers, di tempat aborsi kawasan Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Terungkap sebuah praktik aborsi ilegal di kawasan Paseban, Jakarta Pusat.

Dalam penangkapanya terdapat tiga pelaku praktik aborsi ilegal yang berinisial MM alias AA (46), RM (54) dan SI (42).

Polisi Tangkap Pensiunan TNI yang Bantu Proses Aborsi Siswi SMK, Perannya Beri Obat Perangsang

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol Yusri Yunus, menuturkan tiga pelaku terdiri dari dua wanita dan satu pria.

"Tiga tersangka berhasil kami amankan," kata Yusri, saat konferensi pers, di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Berikut sederet fakta klinik aborsi ilegal di Paseban dirangkum TribunJakarta:

TONTON JUGA:

1. Tarif

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisi Besar Pol Yusri Yunus menjelaskan, dokter yang membuka praktik aborsi ilegal di Pasen mematok tarif berbeda tiap pasien.

Tersangka mematok harga Rp 1 juta untuk menggugurkan janin usia sebulan. Bahkan, tersangka mematok harga Rp 4-15 juta untuk menggugurkan janin berusia di atas 4 bulan. Informasi keberadaan klinik aborsi itu disebar melalui website secara online.

"Tarif ada (untuk janin berusia) 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan seterusnya. (Janin berusia) sebulan (tarifnya) Rp 1 juta, (janin berusia) 2 bulan (tarif) Rp 2 juta, (janin berusia) 3 bulan (tarif) Rp 3 juta, (janin berusia) di atas itu (di atas 3 bulan, tarifnya) Rp 4-15 juta," ungkap Yusri.

Halaman
1234
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved