Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Ada 139 Kasus Kematian Baru, Ini Jumlah Koban Meninggal Akibat Virus Corona

Korban meninggal akibat virus corona melebihi 1.600 orang setelah pemerintah China melaporkan adanya 139 kasus kematian baru.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Wartawan memakai alat pelindung khusus, seperti sendal karet, baju pengaman khusus, dan masker untuk memasuki laboratorium yang memeriksa sampel media pembawa virus Corona untuk penelitian di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Sri Oemijati, Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020). Total ada 64 spesimen yang dikirim ke lab Badan Litbangkes, 2 kasus diantaranya masih dalam pemeriksaan, sedangkan 62 lainnya negatif virus corona. 

TRIBUNSOLO.COM - Pemerintah China masih mencatat ada kasus kematian baru akibat virus Corona beberapa waktu terakhir ini. 

Terbaru, ada 139 kasus kematian baru yang membuat jumlah korban meninggal selama ini melebihi 1.600 orang.

komisi kesehatan Provinsi Hubei juga mengumumkan adanya 1.843 kasus baru.

Tangkal Penyebaran Virus Corona, Pemerintah China Bersihkan Uang Kertas

Diduga Terinfeksi Virus Corona, Seorang Pejabat di Korea Utara Ditembak Mati

Korban meninggal akibat virus corona melebihi 1.600 orang setelah pemerintah China melaporkan adanya 139 kasus kematian baru.

Dalam laporan harian terbaru, komisi kesehatan Provinsi Hubei juga mengumumkan adanya 1.843 kasus baru, dilansir AFP Minggu (16/2/2020).

Kemudian sekitar 1.662 orang meninggal akibat virus corona yang pertama kali tercatat di ibu kota Hubei, Wuhan, pada Desember 2019 lalu.

Lebih dari 68.000 orang juga terinfeksi virus dengan nama resmi Covid-19 tersebut, di mana sebagian besar korban tercatat du Hubei.

Hubei sempat mengalami lonjakan angka baik korban meninggal maupun penularan pada Rabu (12/2/2020), setelah dilakukan metode baru mengenali penularan.

Teknik pengenalan itu mencakup diagnosa klinis melalui citra paru-paru, di mana lebih dari 14.000 orang masuk sebagai kasus baru.

Kemudian Rabu juga mencatatkan angka kematian harian tertinggi setelah lebih dari 200 meninggal akibat virus yang berasal dari Pasar Ikan Huanan di Wuhan tersebut.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam keterangan resmi menyatakan, kasus yang terjadi pada beberapa pekan sebelumnya bakal dihitung surut.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berkata, dia sudah meminta Beijing menyediakan detil bagaimana diagnosa dilakukan.

Benua Biru mengumumkan kasus kematian pertama melalui Perancis, di mana seorang turis asal China berusia 80 tahun meninggal.

Adapun pada Sabtu (15/2/2020), Beijing menuturkan bahwa uang kertas bakal disemprot disinfektan dan disimpan selama 14 hari sebelum kembali diedarkan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Meninggal Virus Corona Capai 1.662 Orang",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved