Breaking News:

Pembobolan Kartu Kredit BCA dan BNI

Kasus Pembobolan Kartu Kredit dengan Tagihan Capai Rp 134 Juta, Pengacara Layangkan Surat ke OJK

Pengacara wanita asal Colomadu LHT, Kusumo, yang kartu kreditnya diduga dibobol melayangkan surat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Pengacara LHT, Kusumo Putro, memberikan keterangan terkait dugaan pembobolan kartu kredit kliennya hingga senilai Rp 134 juta, Senin (3/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengacara wanita asal Colomadu LHT, Kusumo, yang kartu kreditnya diduga dibobol melayangkan surat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta.

Kusumo mengaku timnya sudah melayangkan surat ke OJK Solo.

Kuasa hukum LHT itu mengatakan dalam surat tersebut berisi beberapa poin yang akan diajukan ke pihak OJK.

Pengacara Korban Pembobolan Kartu Kredit Warga Colomadu Minta Bank Tak Tagih Korban Rp 134 Juta

Poin pertama untuk segera melakukan fungsi pengawasan terhadap kasus pembobolan kartu kredit.

Kedua yakni segera melakukan penyelidikan kepada kedua bank atas kasus yang dialami oleh kliennya.

OJK juga diharapkan segera memerintah kedua bank untuk melakukan investigasi agar permasalahan ini segera diselesaikan.

Ini Tips Pakar Telematika Roy Suryo Agar Kartu Kredit Tak Mudah Dibobol Seperti Kasus Warga Colomadu

Surat yang dikirim ke OJK tersebut guna melindungi kliennya dari potensi kerugian yang disebabkan adanya kasus pembobolan dua kartu kredit milik kliennya hingga tagihannya mencapai lebih dari Rp 134 juta.

Terakhir, meminta OJK untuk membantu penyidik kepolisian dengan melakukan pengawasan sektor jasa di lingkungan OJK dalam penanganan dan penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pembobol Kartu Kredit Warga Colomadu Tembus Rp 134 Juta, Sehari Pelaku Lakukan Puluhan Transaksi

"Kami sudah menyerahkan surat pengaduan kami ke pihak OJK, di bagian pengaduan," kata Kusumo, Sabtu (15/2/2020).

Ia berharap surat ini segera direspons dan ditindaklanjuti oleh OJK.

"Kami berharap surat pengaduan kami segera direspons dan dilakukan tindak lanjut dari pihak OJK," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved