Pilkada Sukoharjo 2020

Bawaslu Sukoharjo 'Diserang' dan Dianggap Ditunggangi, Ketua Bawaslu : Kami Ditunggangi Bawaslu RI

Surat dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) kepada Bawaslu Sukoharjo untuk memanggil 5 ASN menimbulkan berbagai reaksi.

Bawaslu Sukoharjo 'Diserang' dan Dianggap Ditunggangi, Ketua Bawaslu : Kami Ditunggangi Bawaslu RI
Istimewa
Logo Bawaslu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Surat dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) kepada Bawaslu Sukoharjo untuk memanggil 5 ASN menimbulkan berbagai reaksi.

AS, MS, WAS, DE, dan NH dipanggil oleh Bawaslu Sukoharjo untuk mengklarifikasi terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Sejumlah pihak bahkan menuding langkah Bawaslu Sukoharjo dalam memanggil 5 ASN, sebagai langkah yang tidak netral.

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (FK-LSM) Sukoharjo, Edy Budiyono mempertanyakan pemanggilan yang ditujukan kepada 5 ASN tersebut.

3 PNS Mangkir Dipanggil Bawaslu Sukoharjo Terkait Netralitas Pilkada, Ikuti Arahan Bupati Wardoyo?

Karena lanjut dia saat pihaknya diundang Bawaslu dalam sebuah forum, dia mempertanyakan mengenai mobilisasi ASN..

"Jawaban Bawaslu itu masih bakal calon, ini belum kampanye dan sebagainya, jadi saat Bawaslu memanggil ASN tersebut membuat kami kaget," ungkapnya saat jumpa pers, Jumat (21/2/2020).

"Apakah ada pesanan tertentu, atau kah apa, jadi kami pertanyakan kenetralan dari Bawaslu," katanya.

Dia menambahkan, selanjutnya pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada Bawaslu Sukoharjo untuk mempertanyakan klarifikasi terhadap pemanggilan 5 ASN tersebut.

Buntut Pemanggilan PNS karena Diduga Tak Netral di Pilkada Sukoharjo, Bawaslu Pastikan Paham Aturan

"Kami akan mengirim surat kepada Bawaslu untuk meminta tanggapan dari Bawaslu," imbuhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, yang menilai Bawaslu tidak sudah tidak fair.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya Perintahkan 5 PNS Mangkir Jika Dipangil Bawaslu Lagi, Ini Alasannya

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawasalu Sukoharjo, Bambang Muryanto mengatakan jika Bawaslu hanya menindaklanjuti surat dari KASN.

Saat surat itu terbit, Bambang mengatakan jika pihaknya telah berkonsultasi dengan Bawaslu RI terkait hal tersebut.

Sehingga dia memastikan, hingga saat ini Bawaslu melakukan tindakan yang masih dalam koridor kerja Bawaslu.

"Yang menunggangi Bawaslu (Sukoharjo), adalah Bawaslu RI," tegas Bambang. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved