Breaking News:

Pilkada Solo 2020

PSI Ingatkan Calon Independen di Pilkada Solo Tak Pakai Isu SARA

Ketua DPD PSI Kota Solo, Antonius Yoga Prabowo menyampaikan kehadiran mereka tentu akan membawa demokrasi di Kota Solo lebih hidup dan bagus.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Aji Bramastra
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Antonius Yogo Prabowo di rumahnya Kampung Debegan RT 2 RW 3 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Sabtu (11/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Calon penantang dominasi PDI Perjuangan dalam panggung Pilkada Solo 2020 mulai bermunculan.

Dua pasang calon independen telah menyerahkan syarat dukungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo.

Penjahit Kampung Siap Lawan Anak Jokowi di Pilkada Solo, Sudah Serahkan 41.000 KTP Bukti Dukungan

Ada Dua Calon Independen Datang ke KPU Solo, Gibran : Saya Belum Dapat Rekomendasi Ditunggu Saja

Mereka adalah pasangan Bagyo Wahyono - FX Supardjo dan Abah Ali - Gus Amak.

Ketua DPD PSI Kota Solo, Antonius Yoga Prabowo menyampaikan kehadiran mereka tentu akan membawa demokrasi di Kota Solo lebih hidup dan bagus.

"Pemilihan di Kota akan semakin dinamis dengan hadirnya dua pasang calon independen yang muncul nanti kita akan melihat kompetisinya akan seperti apa menjelang Pilkada Solo 2020," ujar Yoga kepada TribunSolo.com, Sabtu (22/2/2020).

"Dua pasangan calon tersebut tidak bisa dipungkiri mempunyai basis massa yang besar meskipun masih tahapan verifikasi yang menentukan mereka lolos atau tidak," imbuhnya membeberkan.

Pesta demokrasi yang akan dihelat di Kota Bengawan pun tidak terasa hambar dan mati.

Apalagi, jago partai besutan Megawati Soekarnoputri berpotensi tidak melawan kotak kosong dalam Pilkada Solo 2020.

"Hadirnya dua pasang calon independen membuat demokrasi di Kota Solo tidak mandeg dan mati," kata Yoga.

"Kedua pasangan calon punya massa di Kota Solo yang nantinya akan jadi tempat tarung mereka, itu yang akan membuat Solo dinamis," tambahnya.

Yoga mengingatkan asas fair play harus tetap dijunjung tinggi tatkala bertarung dalam kontestasi Pilkada Solo 2020.

"Asas fair play harus dijunjung, tidak ada lagi, kampanye atas dasar identitas, penggunaan isu SARA harus dihindari," tutur dia.

"Harapannya demokrasi di Kota Solo bisa lebih hidup dan semakin meningkat mutu demokrasinya," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved