Ternyata Ada Pembina Pramuka Tinggalkan Siswa Saat Kegiatan Susur Sungai Sempor, Kini Jadi Tersangka

Terkait dengan tragedi susur sungai yang dilakukan oleh siswa siswi pramuka SMPN 1 Turi Sleman sejauh ini pihak kepolisian sudah memeriksa 13 orang.

Ternyata Ada Pembina Pramuka Tinggalkan Siswa Saat Kegiatan Susur Sungai Sempor, Kini Jadi Tersangka
TribunSolo.com/Istimewa
Foto sejumlah siswi SMP Negeri 1 Turi Sleman, yang lolos dari petaka terseret arus Sungai Sempor, Turi, Sleman, Jumat (21/2/2020). 

TRIBUNSOLO.COM - Terkait dengan tragedi susur sungai yang dilakukan oleh siswa siswi pramuka SMPN 1 Turi Sleman sejauh ini pihak kepolisian sudah memeriksa 13 orang. 

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, dari 13 orang itu tujuh di antaranya adalah pembina Pramuka. Sisanya dari Kwarcab Kabupaten Sleman dan warga.

Peristiwa Susur Sungai SMPN 1 Turi Jadi Perhatian Mendikbud, Terjunkan Tim Investigasi Lapangan

Berdasarkan pemeriksaan, Yuliyanto menerangkan bahwa dari tujuh orang pembina tersebut, satu orang tinggal di sekolah untuk menjaga barang-barang para siswa.

Enam lainnya ikut ke Sungai Sempor, tempat kejadian perkara.

"Enam orang itu ikut mengantar anak-anak ke sungai. Dari enam orang itu, empat orang ikut turun ke sungai. Ada seorang yang meninggalkan lokasi karena ada keperluan. Sedangkan seorang lagi, menunggu di titik finishnya yang berjarak sekitar 1 kilometer dari start," jelasnya, Sabtu (22/2/2020).

Yuliyanto melanjutkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY telah menaikkan status penyelidikan menjadi penyidikan.

"Kita juga sudah menaikkan status salah satu saksi itu dengan inisial IYA menjadi tersangka. Saat ini (kemarin), yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan, dilakukan BAP sebagai tersangka," terangnya.

Adapun IYA (36) kelahiran Sleman, seorang pembina pramuka sekaligus sebagai guru olahraga dari SMPN 1 Turi.

 

Yuliyanto menekankan tersangka IYA-lah yang meninggalkan para siswa di sungai.

Pasal yang dikenakan adalah 359 KUHP kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan pasal 360 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain luka-luka.

Halaman
123
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved