Breaking News:

Bareskrim Polri Sebut Peredaran Uang Palsu Paling Marak di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya

Bareskrim Polri menyebut peredaran uang palsu yang terungkap lebih banyak di Pulau Jawa ketimbang pulau lainnya.

TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Mbah Saminah menunjukkan uang Palsu yang diberikan padanya. 

TRIBUNSOLO.COM - Kasubdit Upal Bareskrim Polri, Kombes Pol Victor Togi Tambunan mengatakan, peredaran uang palsu yang terungkap lebih banyak di Pulau Jawa ketimbang pulau lainnya.

"Peredaran uang palsu yang kita ungkap memang lebih banyak di wilayah Jawa. (Pulau lain) ada, tetapi tidak sebanyak yang di Jawa," kata Victor seusai memusnahkan uang palsu di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (BI), Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, Victor mengatakan, di awal 2020 saja pihak kepolisian telah mengungkap uang palsu pecahan Rp 100.000 dari Bekasi.

Seusai Kena Tipu Uang Palsu Rp 150 Ribu, Kakek Renta Penjual Lotis di Solo Banjir Bantuan

Kemudian kasus dikembangkan lebih luas ke daerah Pulau Jawa lainnya, seperti Bogor, Wonosobo, dan Magelang.

"Ada beberapa yang sudah kita ungkap, Bekasi, Bogor, Wonosobo, dan Magelang. Uang palsu itu tidak ada nilainya. Kalau lembarannya itu hasil perkaliannya Rp 3,4 miliar dari Januari-Februari 2020," jelas Victor.

Sindikat pemalsuan, kata Victor, biasanya dilakukan oleh kelompok-kelompok.

Keuntungan Kakek Penjual Lotis Hanya Rp 20 Ribu/Hari,Kena Tipu Pembeli dengan Uang Palsu Rp 150 Ribu

Karena berkelompok, tak menutup kemungkinan pihak kepolisian memerlukan kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan soal pemalsuan.

"Tapi masyarakat yang memberikan informasi terkait adanya peredaran uang palsu ini sangat minim. Kami melihat apakah masyarakat memang belum tahu tentang uang palsunya, atau masyarakat enggan menjadi saksi di pengadilan," jelasnya.

Kendati demikian, dia tetap mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor.

Kisah Kakek Renta Penjual Lotis di Solo Ditipu Pembeli Bermobil Bagus dengan Uang Palsu Rp 150 Ribu

Adapun saat ini, pihak kepolisian mengandalkan penyelidikan dalam pemberantasan uang palsu.

"Tapi kita tetap mengimbau supaya masyarakat tidak takut untuk memberikan laporan. Kalau masyarakat aktif memberikan informasi, tentunya kita akan lebih banyak lagi mengungkap peredaran uang palsu," pungkasnya.

Sementara itu dikutip dari laman Divisi Humas Polri, barang bukti Rp 3,4 miliar terdiri dari uang palsu sebanyak 21.700 lembar yang terdiri dari pecahan Rp 50.000, Rp 100 ribu, dan 100 dollar AS dengan total Rp 2,1 miliar dan dollar AS senilai Rp 1,3 miliar, beserta uang asli hasil penjualan sejumlah Rp 20 juta. (Kompas.com/Fika Nurul Ulya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temuan Uang Palsu Paling Banyak di Pulau Jawa"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved