Breaking News:

Kakek Ditipu dengan Uang Palsu

Temuan Upal di Solo Diklaim Menurun, Bank Indonesia Tetap Gencar Sosialisasi Kenali Keaslian Uang

Temuan uang palsu sepanjang tahun 2019 di Solo diklaim menurun, tetapi BI tetap melakukan sosialisasi.

(thikstockphotos)
ilustrasi rupiah 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Temuan uang palsu sepanjang tahun 2019 di Solo diklaim menurun.

Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bambang Pramono menyebutkan temuan uang palsu menurun hampir 20 persen sepanjang tahun 2019.

"Berdasar data yang kami punya, temuan uang palsu di Solo tahun 2019 sebesar 4.266 lembar, turun 17,72 persen bila dibanding tahun 2018," terang Bambang, Kamis (27/2/2020).

"Tahun 2018, kami menemukan uang palsu ini sebesar 5.185 lembar," imbuhnya membeberkan.

Peristiwa Upal Timpa Kakek Renta Penjual Lotis di Solo, Begini Cara Kenali Keaslian Uang Versi BI

Bambang mengatakan Bank Indonesia akan terus berupaya untuk menekan persebaran uang palsu di masyarakat, termasuk di Kota Solo.

"Tentunya kita akan banyak sosialisasi kepada masyarakat," kata dia.

"Kita juga melakukan Traning of trainers khusus kepada perbankan, sekolah dan tokoh masyarakat agar juga membantu Bank Indonesia menginformasikan soal keaslian uang rupiah," tambahnya.

Kakek Renta Penjual Lotis di Solo yang Kena Tipu Uang Palsu Tinggal Seroang Diri di Kontrakan Kecil

Tak hanya itu, Bambang menuturkan Bank Indonesia juga membuat duta rupiah yang bisa membantu sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah.

"Kami juga membuat duta rupiah sebagai kepanjangan tangan untuk mengkomunikasikan soal ciri-ciri keaslian uang rupiah," tutur dia.

"Harapannya dengan duta rupiah kegiatan mengenai sosialisasi keaslian uang rupiah bisa lebih optimal," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved