Sengketa Tanah Sriwedari

Kronologi Lengkap Sengketa Tanah Sriwedari Versi Penggugat Pemkot Solo

Kronologi Lengkap Sengketa Tanah Sriwedari Versi Penggugat Pemkot Solo

TribunSolo.com/Ryantono
Foto Taman Sriwedari solo, Kamis (29/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kuasa hukum ahli waris tanah Sriwedari menceritakan kronologis sengketa tanah Sriwedari, Selasa (3/3/2020).

Kuasa Hukum Ahli Waris tanah Sriwedari, Anwar Rachman mengatakan, Tanah Sriwedari tersebut dibeli oleh RMT Wirjodiningrat pada 13 Juli 1877.

Terkait Sengketa Tanah Sriwedari, Kuasa Hukum Ahli Waris Sebut akan Eksekusi Paksa

Fakta Dibalik Penjual Es Krim Keliling yang Meninggal di Atas Motor hingga Fotonya Viral

Pembelian diperkuat dengan akta jual beli No.10 dilakukan di hadapan notaris bernama Piter Jacobus.

"Bukti kepemilikan adalah Recht Van Eigendom No: 295 dikuatkan dengan Akte Assisten Resident Surakarta No: 19 tanggal 05 Desember 1877, peta Minuut Kelurahan Sriwedari Blad: 10," kata Anwar, Selasa (3/3/2020).

Itu dikeluarkan oleh Kantor Pendaftaran dan Pengawasan Pendaftaran Tanah Surakarta.

Berdasarkan hal tersebut, ada bukti kepemilikan yang kuat atau ada akta otentik yang memiliki nilai pembuktian.

Singkat cerita, tanah tersebut disewakan pada Pemkot Solo zaman itu, dan sampai Jatuh tempo sewanya habis tidak dikembalikan.

Kemudian, ahli waris almarhum RMT Wirjodiningrat mengajukan gugatan.

Atas gugatan tersebut dimenangkan ahli waris dalam putusan MA No:3000-K/SIP/1981 tertanggal 17 Maret 1983.

Kemudian, putusan tersebut dieksekusi sebagaimana berita acara eksekusi pelaksanaan ganti rugi No: 592.2/221/1987 dan kuitansi tanggal 18 April 1987.

"Dengan dibayarnya uang sewa tanah tersebut kepada ahli waris secara hukum, Pemkot Surakarta telah mengakui bahwa tanah Sriwedari adalah milik syah ahli waris RMT Wirjodiningrat," ungkap Anwar.

Namun, dalam perjalanannya, Anwar membeberkan Pemkot Surakarta telah merekayasa menerbitkan sertifikat hak pakai No. 11 dan 15 dengan alasan berkas terbakar.

"Ahli waris kemudian mengajukan gugatan dan sertifikat Pemkot Surakarta tersebut dilakukan pembatalan," terang Anwar.

Dari gugatan itu dikabulkan berdasarkan putusan MA No: 125-K/TUN/2004 dan sertifikat hak pakai atas nama Pemkot Solo dicabut oleh Kanwil BPN Jateng.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved