Breaking News:

Sengketa Tanah Sriwedari

Cerita Kasus Tanah Sriwedari Disebut Ahli Waris Jadi Sengketa Terlama Sepanjang Setengah Abad Ini

Sengketa tanah Sriwedari antara Pemkot Solo dan ahli waris menjadi sengketa terlama sejak tahun 1970 lalu.

TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Pintu masuk kawasan Sriwedari. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sengketa tanah Sriwedari antara Pemkot Solo dan ahli waris menjadi sengketa terlama sejak tahun 1970 lalu.

Kuasa Hukum Ahli Waris, Anwar Rachman mengungkapkan, kasus sengketa ini menurutnya jadi yang terlama sejak tahun 1970 atau sepanjang setengah abad.

"Ada berapa itu, lamanya 50 tahun ada," papar Anwar Rachman kepada TribunSolo.com, Kamis (5/3/2020).

Bahkan menurut dia, kasus sengketa ini menjadi kasus aanmaning atau teguran terbanyak sampai 13 kali.

Pakar Hukum UNS Ingatkan soal Rebutan Tanah Sriwedari, Robohkan Masjid Punya Dampak Sosial Tinggi

Sementara itu, Tanah Sriwedari bakal dieksekusi paksa oleh pemohon ahli waris tanah Sriwedari RMT Wirjodiningrat melalui Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Hal itu setelah PN Surakarta menerbitkan Penetapan Eksekusi Pengosongan No: 10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt. Jo No:31/Pdt.G/2011/PN SKA Jo No: 87/Pdt/2012/PT.Smg Jo No: 3249-K/Pdt/2012 tanggal 21 Februari 2020.

"Itu berisi perintah untuk melakukan eksekusi pengosongan paksa kepada Pemkot Solo untuk menyerahkan tanah Sriwedari seluas 10 hektar pada ahli waris Sriwedari RMT Wirjodiningrat," kata Anwar.

Ahli Waris Tanah Sriwedari Sebut Jika Ada yang Melawan Eksekusi Dianggap Membangkang pada Negara

Artinya kepemilikan tanah tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht) milik RMT Wirjodiningrat.

Bahkan, sebelum ini sudah ada 13 kali teguran pada Pemkot Surakarta namun tidak diindahkan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved