Berita Sukoharjo Terbaru

Selain Ancaman Corona, Pemkab Sukoharjo Waspada Penyebaran Flu Babi Afrika yang Juga Mematikan

Selain memantau wabah corona, Pemkab Sukoharjo juga tengah memantau penyebaran virus flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Blantyre Farms
Ilustrasi : Waspadai masukanya virus demam babi Afrika lewat Tiongkok masuk Bali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Selain memantau wabah virus corona, Pemkab Sukoharjo juga tengah memantau penyebaran virus flu babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Melalui Dinas Pertanian dan Perikanan, Pemkab Sukoharjo terus memantau kondisi babi dipeternak babi di wilayahnya.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, belum ditemukan virus flu babi di Sukoharjo.

Pemerintah Indonesia Kembali Umumkan 2 Orang Positif Virus Corona, Begini Kondisinya Sekarang

“Kita telah mendatangi peternak babi yang ada Sukoharjo untuk melihat kondisinya, dan sejauh ini belum ada temuan,” katanya saat kepada TribunSolo.com, Minggu (8/3/2020).

Menurutnya, peternak babi paling banyak berada di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

“Kami menginventarisasi dulu bagaimana kondisinya dan memonitoring mereka," jelasnya.

“Selain itu, kita juga memberikan pembinaan tentang kebersihan lingkungan sekitar kandang, pemberian pakan yang baik sehingga bisa
mencegah masuknya virus flu babi tersebut di Sukoharjo,” terangnya menekankan.

Cerita Kakek 101 Tahun Berhasil Sembuh Virus Corona, Ternyata karena Motivasi Sang Istri

Selain pemantauan peternak babi, pihaknya juga mengawasi peredaran babi yang ada di Sukoharjo.

Bahkan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo juga menjalin kerja sama dengan Balai Besar Veteriner Wates.

“Kami bekerjasama untuk memeriksa babi yang ada dilapangan,” harap dia.

Khawatir Terkena Corona, Suami Tega Kurung Istrinya di Kamar Mandi

“Karena di Sukoharjo ini dekat dengan Karanganyar dan banyak peternak babi,” terangnya.

Dia menghimbau, untuk menghidari babi terserang flu Afrika, para peternak jangan langsung memberikan makan dari sisa restoran.

“Kalau sisa makanan diberikan, harus dimasak dulu,” aku dia.

“Lalu menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan pemeriksaan rutin,” pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved