Breaking News:

Gejayan Memanggil di Jogja

6 Tuntutan Demonstran di Aksi #GejayanMemanggil Tolak RUU Omnibus Law di Yogyakarta

Sejumlah tuntutan disampaikan oleh para demonstran pada aksi #GejayanMemanggil yang menolak pengesahan RUU Omnibus Law di kawasan Jalan Gejayan.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO
Aliansi Rakyat Bergerak menggelar demonstrasi di pertigaan Jalan Gejayan, Yogyakarta, demi menolak RUU Omnibus Law, Senin (9/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Panggung bertajuk #GejayanMemanggil yang menolak pengesahan RUU Omnibus Law telah berakhir.

Sejumlah tuntutan disampaikan oleh para demonstran pada aksi yang digelar di kawasan Jalan Gejayan, Yogyakarta, Senin (9/3/2020).

Elemen masyarakat terdiri dari Aliansi Mahasiswa di perguruan tinggi di DIY, Magelang, SERBUK, Federasi Serikat Pekerja Mandiri.

Demi Tolak RUU Omnibus Law, Demonstran #GejayanMemanggil akan Serbu Gedung DPR RI

Humas ARB, Kontra Tirano menyatakan, beberapa poin mosi parlemen jalanan sebagai berikut.

"Yang pertama, jelas gagalkan Omnibus Law yang terdiri dari RUU Cipta Kerja, RUU Perpajakan, RUU Ibu Kota Negara, dan RUU Kefarmasian," ungkap Kontra kepada TribunSolo.com.

Kontra menyebutkan poin kedua yaitu meminta segera mengesahkan RUU PKS dan menolak Ketahanan Keluarga.

"Selanjutnya ketiga memberikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan seluruh lembaga negara yang mendukung Omnibus Law," ucap Kontra.

Cerita Penjual Es Dawet Kebanjiran Untung di Tengah Demo Penolakan RUU Omnibus Law di Yogyakarta

Kontra menyatakan poin keempat dan kelima yaitu mendukung penuh aksi mogok nasional keseluruh element masyarakat dan lawan tindakan represif dari aparat dan ormas reaksioner.

"Yang terakhir rebut kedaulatan rakyat dan bangun demokrasi sejati," terangnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat melihat aksi mereka dan merespon tuntutan kami.

Demi Tolak RUU Omnibus Law, Demonstran #GejayanMemanggil akan Serbu Gedung DPR RI

"Harapan kami, pemerintah pusat dapat melihat langsung ketidakpercayaan lagi dengan pemerintah," harapnya.

"Kami juga tunggu respons pemerintah terkait tuntutan kami," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved