Breaking News:

Gejayan Memanggil di Jogja

Cerita Penjual Es Dawet Kebanjiran Untung di Tengah Demo Penolakan RUU Omnibus Law di Yogyakarta

Pedagang Es Dawet Banjarnegara meraup untung di tengah-tengah keramaian aksi unjuk rasa #GejayanMemanggil yang menolak RUU Omnibus Law.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/MARDON WIDIYANTO
Penjual Es Dawet Banjarnegara, Riyanto (26), sedang menyiapkan pesanan para demonstran di sekitar Jalan Gejayan, Yogyakarta, Senin (9/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, YOGYAKARTA - Di balik ramainya aksi unjuk rasa #GejayanMemanggil yang berlangsung di  Jalan Gejayan, Yogyakarta, ada cerita menarik lainnya, Senin (9/3/2020).

Di lokasi unjuk rasa, terdapat sejumlah pedagang makanan, mulai dari pedagang Bakso Malang, es cendol, siomay hingga es Dawet Banjarnegara.

Demi Tolak RUU Omnibus Law, Demonstran #GejayanMemanggil akan Serbu Gedung DPR RI

Mereka mendapat keuntungan tersendiri di balik momen aksi unjuk rasa para demonstran yang menolak pengesahan RUU Omnibus Law.

Satu di antaranya adalah, pria asal Banjarnegara, Riyanto, yang berjualan Es Dawet Banjarnegara.

Pria yang kini tinggal di kawasan Banguntapan, Bantul, DIY, ini menjajakan es dawetnya di area demonstrasi.

Per gelasnya, ia menjual es dawetnya seharga Rp 5.000.

Demostran #GejayanMemanggil Padati Buderan UGM, Ada yang Bawa Poster Omnibus Law untuk Siapa?

Banyaknya massa di lokasi demonstrasi, membuat Riyanto meraup rejekinya.

Pantauan TribunSolo.com, ia terlihat sibuk melayani pembeli yang sebagian besar merupakan perserta aksi unjuk rasa.

Ia pun mengaku bersyukur karena ia mendapatkan keuntungan.

Siang Ini Ribuan Mahasiswa Jogja Turun ke Jalan Demi #GejayanMemanggil, Suarakan Tolak Omnibus Law?

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved