Sisi Lain Taman Sriwedari

Begini Fakta Lain Sejarah Panjang Taman Sriwedari Versi Majalah Kajawen yang Terbit pada Tahun 1929

Fakta lain soal Taman Sriwedari seperti yang terangkum dalam Majalah Kajawen terbitan Balai Pustaka edisi 28 Maret 1928.

TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Taman Sriwedari seperti yang terangkum dalam Majalah Kajawen terbitan Balai Pustaka edisi 28 Maret 1928. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Nama Taman Sriwedari kembali mencuat dan diperbincangkan publik Solo.

Lagi-lagi karena masalah lama, yakni sengketa tanah Sriwedari antara ahli waris dengan Pemkot Solo yang notabene muncul sejak 1970.

Ya, di baik Taman Sriwedari yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) itu, ternyata memiliki sejarah panjang.

Ada berbagai versi, di antaranya yang terangkum dalam Majalah Kajawen terbitan Balai Pustaka edisi 28 Maret 1928.

Pengacara Ahli Waris Tegaskan Eksekusi Lahan Sriwedari Tak Akan Sasar Pembongkaran Masjid Rp 165 M

Majalah edisi digital dari Yayasan Sastra Lestari itu mengungkap asal usul pembentukan Taman Sriwedari. 

Bahkan di dalam tulisan yang sudah berumur hampir 100 tahun tersebut,memiliki beberapa fakta berbeda dari referensi sejarah lainnya.

Pertama, istilah Taman Sriwedari berasal dari Serat Arjunasasra, yang menceritakan keelokannya mirip dengan taman-taman yang berada di surga yang diciptakan Sri Batara Wisnu.

Oleh karena itu penciptaan istilah Sriwedari karena rupa dan keelokan yang menawan dari taman tersebut.

Ada Spanduk Penolakan Eksekusi Sriwedari, Ahli Waris: Mau Pasang 2.000 Spanduk Tetap Gak Berpengaruh

Kedua, pendiri dari Taman Sriwedari adalah Sinuhun Pakubuwana II.

Diceritakan ketika Pakubuwana II selesai melakukan perjalanan ke Ponorogo dan kembali kediamannya mendapati keraton dalam keadaan hancur lebur akibat serangan militer Cina.

Maka dirinya pun bertitah agar segera disipakan tempat baru bagi kerajaannya, maka ditemukanlah Dusun Sala.

Nama Sala sendiri diambil dari tokoh setempat Ki Busala.

Sriwedari Bakal Dieksekusi, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo: Masjid Bukan Dibangun di Tanah Sengketa

Ketiga, proses pemilihan lahan Taman Sriwedari merupakan titik langkah akhir dari seekor gajah milik Pakubuwana II.

Namun karena letaknya terlalu jauh dari keraton, maka letaknya digeser hingga lokasi yang berada saat ini.

Keempat, ketika dibangun sebagai taman, banyak tanaman yang masih baru saja ditanam, sehingga menimbulkan efek cuaca yang panas pada saat itu.

7 FAKTA Sengketa Tanah Sriwedari Antara Ahli Waris dengan Pemkot Solo yang Diminta Segera Dieksekusi

Berselang waktu baru Taman Sriwedari menjadi taman yang menyenangkan.

Namun kisah sejarah dari Taman Sriwedari tersebut disangkal oleh sejarawan, Heri Priyatmoko.

Dia menjelaskan bahwa itu tidak valid pada fakta sejarah, dan hanya menjadi legenda dan cerita rakyat biasa tanpa bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved