Virus Corona

Satu Anak Positif Corona Dirawat di Yogyakarta, Begini Kondisi Terbarunya

Diketahui sebelumnya Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu diantara 8 provinsi yang terjangkit virus corona.

Tayang:
(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. 

TRIBUNSOLO.COM - Diketahui sebelumnya Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi satu diantara 8 provinsi yang terjangkit virus corona.

Terkait kabar ini Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan terdapat satu pasien yang masih anak-anak dinyatakan positif Covid-19 di ruang isolasi RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Waspada Penyebaran Corona, Presiden Imbau Masyarakat Kerja, Belajar dan Ibadah dari Rumah 

"Iya betul satu (pasien positif Covid-19), masih anak-anak," ucap Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Minggu (15/03/2020).

RSUP Dr Sardjito Yogyakarta juga memeriksa sejumlah pasien lainnya.

Tapi, hasil uji laboratorium pasien lainnya belum keluar.

"Yang lain itu yang minta untuk diperiksa, tapi belum ada pernyataan resmi apakah positif atau tidak," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Banu Hermawan membenarkan kabar itu.

Pasien anak itu dipastikan positif mengidap Covid-19 pada 13 Maret.

"Dinyatakan positif kami mendapat kabar Jumat pagi. (Di daftar pemerintah) pasien nomor 49," ucapnya.

 Antisipasi Penyebaran Corona, Menpan RB Tjahjo Kumolo Izinkan ASN Bekerja di Rumah 

Kondisi pasien yang dirawat di ruang isolasi itu mulai membaik.

Banu mengatakan, anak tersebut sudah tak mengalami gejala sesak napas.

"Tidak ada panas dan tidak ada batuk. Mohon doanya agar segera sembuh ," jelasnya.

Pasien nomor 49 itu masuk e RSUP Dr Sardjito Yogyakarta pada Senin (9/3/2020).

Pasien ini memiliki riwayat berkunjung ke Kota Depok.

"Dia tidak ada kunjungan ke luar negeri, Dia hanya dari Depok. Tidak sempat kontak, hanya jalan-jalan saja," pungkasnya.

Pemerintah Umumkan Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 117 Kasus

Hari ini Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto kembali mengumumkan adanya tambahan pasien positif Covid-19.

  Antisipasi Penyebaran Corona, Menpan RB Tjahjo Kumolo Izinkan ASN Bekerja di Rumah 

"Kita mendapatkan 21 kasus baru, di mana 19 di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah," kata Yurianto di Kantor Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2020).

Yuri menambahkan kasus positif  yang di Jakarta merupakan pengembangan dari kasus-kasus sebelumnya.

Itu berarti, total kasus postif virus corona di Indonesia bertambah menjadi 117 orang.

Namun, Yuri tidak memberikan detail atau rincian soal 21 pasien tambaha itu. Dia hanya mengatakan bahwa ke-21 kasus tersebut merupakan data pada Sabtu (14/3/2020) sore.

"Per hari ini, dari laboratorium yang saya terima sore belum. Kita memaklumi karena spesimen dari luar Jakarta itu kan kira-kira kalau pesawat baru sampai di sini pagi tadi ya, penerbangan pertama masuk itu kan pagi, mengalir terus sampai dengan siang. Nah ini baru dibawa ke Litbangkes, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan," tambahnya.

Yuri bakal menyampaikan ke rumah sakit terkait info terbaru ini, untuk kemudian dokter yang menangani pasien covid -19 memberikan informasi lanjutan ke pasien atau kasus positif.

"Kenapa dia diisolasi dan sebagainya, ini adalah hak pasien pertama. Kemudian yang kedua, dokternya juga harus menyampaikan ke dinas kesehatan setempat. Ini penting dalam konteks kepentingan tracing seperti yang kita pahami bersama ini," pungkas Yuri

 Striker Fiorentina Ceritakan Gejala Awal saat Dinyatakan Positif Corona, Suhu Tubuh 39 Derajat

Imbauan Jokowi

Terkait penyebaran virus corona yang terjadi di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.

Jokowi menyatakan, kini saatnya masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

"Saya minta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif dengan meningkatkan kewaspadaan agar sebaran Covid-19 bisa kita hambat," ungkap Jokowi dalam jumpa pers yang disiarkan tvOne, Minggu (15/3/2020) siang.

"Dalam kondisi ini saatnya kerja dari rumah, belajar di rumah, ibadah di rumah," sambungnya.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan atau instansi di beberapa daerah telah mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah. 

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, untuk mencegah penyebaran virus corona, Kementerian BUMN mengimbau kepada pegawainya untuk mulai bekerja dari rumah masing-masing.

Kebijakan itu diterapkan mulai Senin (16/3/2020).

Wakil Menteri BUMN Arya Sinulingga juga menegaskan semua perusahaan milik negara tetap beroperasi.

Pihaknya juga membatasi semua bentuk pertemuan.

"Sampai hari ini semua BUMN tetap beroperasi seperti biasa tapi kita menjaga semua bentuk rapat, jumlah orang yang hadir dalam rapat, kemudian juga pembatasan mobilitas dibatasi," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Sabtu (14/3/2020) malam.

Arya juga mengatakan, waktu rapat juga dibatasi, sehingga banyak hal yang dibatasi.

"Tapi secara umum BUMN tetap beraktivitas seperti biasa," kata Arya, seperti dilansir Kompas.com dalam artikel berjudul "Wabah Corona, Kementerian BUMN Imbau Karyawan Bekerja di Rumah Mulai Senin".

(Kompas.com / Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satu Anak yang Positif Covid-19 Dirawat di Yogyakarta", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved