AHY Ketum Baru Demokrat

Cerita Peserta Kongres V dari Solo saat SBY Diminta Jadi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat

Kader Partai Demokrat sempat merasa deg-degan saat memohon PBBambang Yudhoyono (SBY) untuk menduduki kursi Ketua Majelis Tinggi partai.

Cerita Peserta Kongres V dari Solo saat SBY Diminta Jadi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Para kader Partai Demokrat sempat merasa deg-degan saat memohon Presiden Keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menduduki kursi Ketua Majelis Tinggi partai.

Mereka bahkan sempat meragukan SBY mau duduk lagi di kursi petinggi Partai Demokrat

Permohonan itu diajukan berbarengan dengan peralihan kepemimpinan dari SBY kepada putra sulungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Kongres V Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta Minggu (15/3/2020).

AHY Ketum Partai Demokrat Gantikan SBY, Ketua Demokrat Solo Yakin Bisa Dongkrat Suara Nasional

Hal itu diungkapkan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Solo Supriyanto.

Apalagi SBY dinilai sebagai sosok yang berpengalaman dan masih dibutuhkan Demokrat dalam berlaga di percaturan politik Indonesia.

"Kemarin selain mendukung AHY mejadi Ketua Umum, kami juga memohon pak SBY selaku pendiri dan senior yang berpengalaman di partai untuk menjabat Ketua Majelis Tinggi," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Selasa (17/3/2020).

AHY Terpilih Jadi Ketum Partai Demokrat Gantikan SBY secara Aklamasi

"Itu yang penting ditawarkan ke pak SBY dalam forum rapat, pak SBY bersedia menjabat Ketua Majelis Tinggi meski dalam prosesnya pada deg-degan, Pak SBY berkenan atau tidak," imbuhnya membeberkan.

Apalagi SBY telah membangun dari nol partai berlambang mercy itu, yakni sejak didirkan pada tahun 2001 hingga 2020.

Resmi Terpilih Jadi Ketum Partai Demokrat, Inilah 10 Baru Program AHY

"Karena proses dari tahun 2001 sampai sekarang dengan dinamika politik yang fluktuatif, yang awal bagus trendnya, sekitaran 2009 juga sempat menurun, kondisi perpolitikan di Indonesia pun berbeda-beda," kata Supriyanto.

"Jadi di forum kongres, kami meminta Pak SBY untuk menjabat Ketua Majelis Tinggi dan semua menyetujui itu," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved