Breaking News:

Sengketa Tanah Sriwedari

Gunakan Baju Adat Jawa, Anggota DPRD Solo Datangi PN Solo, Teriakkan 'Sriwedari Milik Rakyat'

Anggota DPRD Solo mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Solo menggunakan baju adat Jawa, Rabu (18/3/2020).

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Anggota DPRD Solo mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Solo menggunakan baju adat Jawa, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Anggota DPRD Solo mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Solo menggunakan baju adat Jawa, Rabu (18/3/2020).

Mereka datang berjalan dari Sriwedari menuju ke PN Solo pada pukul 10.30 WIB.

Saat datang, anggota dewan berjalan dengan diiringi musik khas Jawa menuju PN Solo.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo Minta PN Solo Batalkan Eksekusi Tanah Sriwedari, Begini Alasannya

Saat berjalan menuju PN Solo ada dari anggota DPRD Solo meneriakkan "Sriwedari milik rakyat."

Beberapa kali teriakan itu keluar sebelum masuk ke Kantor PN Solo.

Setelah sampai di PN Solo, anggota DPRD Solo ditemui langsung oleh Ketua PN Solo, Krosbin Lumban Gaol.

Jika Eskekusi Tanah Sriwedari Solo Dilakukan, Masjid Rp 165 Miliar Dipastikan Tidak Ikut Dibongkar

Menyambut anggota DPRD Solo, Krosbin membuka dengan penjelasan kasus sengeketa tanah Sriwedari.

"Kedatangan (anggota dewan) mau menyampaikan surat," papar Krosbin, Rabu (18/3/2020).

Krosbin kemudian menjelaskan awal mula kasus sampai ada putusan hukum untuk eksekusi.

Sejarah & Data Lengkap Taman Sriwedari Solo : Akhir Riwayat Hadiah Pakubuwono IX untuk Putra Mahkota

Ketua DPRD Solo Budi Prasetyo mengatakan, kedatangan mereka adalah meneruskan mandat rakyat terkait permasalahan di lahan Sriwedari.

Menurut dia, suara mereka adalah suara rakyat yang mereka wakili.

"Sriwedari de facto dan de jure ditetapkan cagar budaya," papar Budi Prasetyo, Rabu (18/3/2020).

Pengacara Ahli Waris Tegaskan Eksekusi Lahan Sriwedari Tak Akan Sasar Pembongkaran Masjid Rp 165 M

Budi menegaskan, tetap ingin Sriwedari menjadi bagian dari aset untuk sepenuhnya kepentingan masyarakat Solo. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved