Breaking News:

Sengketa Tanah Sriwedari

DPRD Solo Tegaskan Penyerahan Surat Permohonan Penundaan Eksekusi ke PN Solo Bukan Intervensi

Ketua DPRD Solo menegaskan soal kedatangan pihaknya ke Pengadilan Negeri (PN) Solo untuk menyerahkan surat Permohonan Penundaan Eksekusi Sriwedari.

TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Anggota DPRD Solo mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Solo menggunakan baju adat Jawa, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo menegaskan, soal kedatangan pihaknya ke Pengadilan Negeri (PN) Solo untuk menyerahkan surat Permohonan Penundaan Eksekusi lahan Sriwedari bukan bentuk Intervensi.

Hal tersebut dikatakan oleh Budi saat memberikan pernyataannya pada momen penyerahan tersebut.

"Ini kami sebagai legislatif mewakili suara rakyat yang kami pilih, tidak ada intervensi karena kami paham bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing," terang Budi, Rabu (18/3/2020).

Gunakan Baju Adat Jawa, Anggota DPRD Solo Datangi PN Solo, Teriakkan Sriwedari Milik Rakyat

Dia mengatakan, DPRD Solo ingin Sriwedari menjadi bagian aset sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Solo.

"Tidak ingin anak cucu ke depannya kehilangan aset ini," jelas Budi.

Apalagi Sriwedari memiliki nilai sejarah penting sejak zaman dulu untuk masyarakat Solo.

Ternyata Tidak Hanya Satu Pasien Corona Asal Wonogiri yang Dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo

Budi menuturkan, dalam surat tersebut disampaikan juga kronologis soal Sriwedari di dalamnya.

Dia juga menegaskan, tidak asal dalam mengajukan surat ini dan sudah berkonsultasi dengan orang yang berkompeten.

"Itu yang bisa kami sampaikan, atas nama masyarakat Kota Solo kita ingin Sriwedari untuk kepentingan masyarakat," papar Budi.

Warga Wonogiri Positif Corona Meninggal, Pemkab Akan Tracking Siapa Saja yang Pernah Kontak

Sementara itu, Ketua PN Solo, Krosbin Lumban Gaol mengatakan, menerima surat tersebut dan akan melihat isinya terlebih dahulu.

"Dilihat dulu apa isinya (surat) dari Dewan tadi," papar dia, Rabu (18/3/2020).

Menurutnya saat ini sudah ada dua kali rapat koordinasi untuk membahas eksekusi tersebut. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved