Sebut Pemerintah China Tak Transparan soal Corona, Donald Trump: Lebih Baik Kita Tahu Lebih Awal

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/3/2020) mengatakan bahwa dunia saat ini tengah menderita karena Pemerintah China tidak transparan memberi info

AFP/SAUL LOEB via Kompas.com
Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen yang memuat tanda tangannya dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un usai perundingan di Singapura, Selasa (12/6/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/3/2020) mengatakan bahwa dunia saat ini tengah menderita karena Pemerintah China tidak transparan memberi informasi ketika virus corona merebak pertama kali di Wuhan.

"Akan lebih baik kalau kita tahu lebih awal beberapa bulan lalu," ungkap Trump kepada wartawan di Gedung Putih pasca-rapat singkat tentang wabah Covid-19.

Menurut Trump dikutip dari AFP, dunia kini "membayar mahal" atas apa yang dilakukan Pemerintah China

Sementara itu, pernyataan serupa juga datang dari Brasil. Putra dari Presiden Jair Bolsonaro ikut mengiyakan pendapat Trump yang mengkritik Pemerintah China tentang virus corona.

Presiden Jokowi Sebut Rapid Test Sudah Dimulai Sore Ini di Jakarta Selatan

Cara Berbagi Folder dan Dokumen Menggunakan Google Drive, Penting untuk Bekerja dari Rumah

Dia bahkan meminta pihak Beijing untuk menyampaikan permohonan maaf.

Eduardo Bolsonaro (35), seorang pejabat UU hukum Brasil, menuduh China pada Selasa lalu telah menyembunyikan informasi terkait penyebaran virus Covid-19.

Negara China, menurut Bolsonaro, sama saja dengan kediktatoran Pemerintah Soviet saat bencana nuklir Chernobyl pada 1986.

"Sekali lagi, negara diktator lebih memilih untuk menyembunyikan sesuatu yang serius untuk menghindari kritik, padahal saat itu bisa menyelamatkan banyak nyawa," ungkap anak ketiga Presiden Bolsonaro itu pada unggahan Twitter miliknya.

Dia menambahkan bahwa China bersalah. Kebebasan (keterbukaan informasi) adalah solusinya.

Duta Besar China untuk Brasil Yang Wanming meminta putra presiden itu untuk meminta maaf kepada rakyat China dalam balasan Twitter yang menggunakan bahasa Mandarin dan Portugis.

Juru bicara parlemen rendah Brasil, Rodrigo Maia, kemudian tergesa-gesa meminta maaf atas nama putra presiden tersebut.

Dia mengatakan, Eduardo Bolsonaro tidak memikirkan terlebih dahulu kata-kata yang dikeluarkan.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Brasil menuduh Bolsonaro membawa permusuhan Trump terhadap Beijing.

Kedutaan China menulis dalam kicauannya di Twitter, "Kami akrab dengan kalimat Anda yang tidak bertanggung jawab. Anda meniru teman-teman (AS) Anda yang tersayang. Sekembalinya Anda dari Miami, sayang sekali Anda terserang 'virus' mental yang telah menginfeksi jalinan persahabatan dengan rakyat kami."

Tes Kepribadian: Pilih Satu Pohon yang Kamu Suka dan Ungkap Karaktermu yang Tersembunyi

Pelatih Salahudin Akui Belum Dapat Kabar Secara Mendetail Selama Pemain Latihan di Rumah

Bolsonaro junior adalah bagian dari delegasi yang menemani ayahnya ke Miami pada 7-10 Maret lalu dalam kunjungan ke AS.

Kunjungan itu termasuk makan malam dengan Trump dan berulang kali menyebut virus corona sebagai " virus China".

Padahal, China adalah mitra dagang utama Brasil, di mana negara itu mengekspor biji besi, daging sapi, dan kedelai.

(Miranti Kencana Wirawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump: Dunia "Menderita" karena China Lamban Informasikan Virus Corona"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved