Corona Tunda Pilkada Solo 2020

Dilarang Kumpulkan Massa karena Corona,KPU Sukoharjo Manfaatkan Medos untuk Sosialisasi Pilkada 2020

Pemkab Sukoharjo telah memberlakukan sistem jaga jarak atau social distancing mencegah penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat.

Dilarang Kumpulkan Massa karena Corona,KPU Sukoharjo Manfaatkan Medos untuk Sosialisasi Pilkada 2020
TribunSolo.com/Agil Tri
Komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sukoharjo, Suci Handayani. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pemkab Sukoharjo telah memberlakukan sistem jaga jarak atau social distancing mencegah penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat.

Menjalankan instruksi dari Pemkab Sukoharjo, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo membatasi kegiatan sosialisasi Pilkada 2020 yang berada di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Sukoharjo, Suci Handayani, kendati demikian proses sosialisasi tetap terus berjalan.

Tahapan Pilkada 2020 Mundur Akibat Corona, Balon Bupati Sukoharjo Purwadi Sebut Maklum

"Kegiatan tatap muta memang kita kurangi, sehingga kita optimalkan melalui medsos, seperti Line, WhatsApp, Facebook, dan Twitter," katanya kepada TribunSolo.com, Minggu (22/3/2020).

Ia menyampaikan, langkah yang diambil KPU Sukoharjo ini sebagai upaya untuk mendukung Pemkab Sukoharjo agar menghindari atau meminimalisir kerumunan massa.

UPDATE Corona Minggu 22 Maret 2020, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah 9 Jadi 29 Orang

Menurut Suci, dengan sosialisasi melalui medsos ini, maka akan memaksimalkan tugas panitia pemilihan kecamatan PPK dan panitia pemilihan Suara PPS.

Meski virus Corona ini sudah menyebar di seluruh penjuru daerah, tapi Suci menjamin tidak berdampak serius terhadap pelaksanaan Pilkada 2020.

Gegara Corona KPU Solo Tunda Pelantikan, 162 Orang Ini Harus Bersabar Jabat Anggota PPS Pilkada 2020

Dampak lain dari Pandemi Covid-19 ini, membuat KPU menunda sejumlah tahapan Pilkada 2020.

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda menambahkan, Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU hanya mencakup empat tahapan.

Pertama, pelantikan panitia pemungutan suara (PPS) dan masa kerja PPS.

Kedua, verifikasi syarat dukungan calon kepala daerah perseorangan.

Virus Corona Merebak, KPU akan Umumkan Penundaan Pilkada Serentak 2020

Ketiga, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih.

Kemudian keempat adalah tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

"Untuk waktu pencoblosan Pilkada (ikut mundur atau tidak) tidak dinyatakan dalam SE tersebut," pungkasnya. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved