Solo KLB Corona

Wabah Virus Corona, Jumlah Penumpang KA Prameks yang Layani Rute Solo-Jogja Anjlok 75 Persen

Jumlah penumpang kereta api Prambanan Ekspress (Prameks) menurun drastis setelah adanya wabah virus Corona.

Wabah Virus Corona, Jumlah Penumpang KA Prameks yang Layani Rute Solo-Jogja Anjlok 75 Persen
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ilustrasi Prameks : Penumpang KA Prameks saat turun di Stasiun Solo Balapan, Sabtu (29/7/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jumlah penumpang kereta api Prambanan Ekspress (Prameks) menurun drastis setelah adanya wabah virus Corona.

Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta Eko Budiyanto menyampaikan jumlah penumpang kereta api yang melayani relasi pulang pergi Solo-Yogyakarta itu anjlok ke angka 70 hingga 75 persen.

"Penumpang kereta api prameks yang naik hanya sekitar 20 sampai 25 persen dari okupansi yang disediakan," terang Eko kepada TribunSolo.com, Sabtu (21/3/2020).

Stasiun Solo Balapan Sediakan Poskes, Masker dan Hand Sanitizer Diburu Penumpang Kereta Api

"Untuk kereta api lokal biasanya menyediakan 150 persen, jadi 100 persen penumpang duduk kemudian 50 persennya ada yang berdiri," imbuhnya membeberkan.

Eko menjelaskan pihaknya saat ini menerapkan pembatasan jumlah penumpang yang naik per 21 Maret 2020.

"Kita batasi jumlah penumpang Prameks dan kita sudah atur tempat duduknya," jelas dia.

Wabah Virus Corona Merebak hingga Stasiun Disebut Berisiko Tinggi, Warga Tak Takut Naik Kereta Api

"Dengan adanya Covid-19 jumlahnya menjadi 75 persen dan di dalam kereta sangat leluasa," tambahnya.

Eko memahami penurunan jumlah penumpanng kereta api prameks sangat tajam dibandingkan hari normal.

"Memang turunnya sangat tajam, kami menyadari pengguna prameks sadar dengan kesehatan mereka," katanya.

Penurunan jumlah penumpang tidak hanya terjadi pada kereta api Prameks.

UPDATE Corona Minggu 22 Maret 2020, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah 9 Jadi 29 Orang

Kereta api jarak jauh juga terdampak wabah virus Corona.

"Kereta api jarak jauh, karena ada pembatasan dari daerah masing-masing untuk mengurangi berpergian," tutur Eko.

"Jadi, ada beberapa kereta api memiliki okupansi yang rendah," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Asep Abdullah Rowi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved