Solo KLB Corona

Solo KLB Covid-19, Gereja St Antonius Purbayan Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Gratis Setiap Hari

Gereja Santo Antonius Purbayan, Solo melakukan aksi solidaritas dengan membagikan ratusan nasi bungkus kepada masyarakat

Solo KLB Covid-19, Gereja St Antonius Purbayan Bagikan Ratusan Nasi Bungkus Gratis Setiap Hari
TribunSolo.com
Caption: Sejumlah umat membagikan nasi bungkus gratis di depan Gereja St Antonius Purbayan Solo, Selasa (24/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Gereja Santo Antonius Purbayan, Solo melakukan aksi solidaritas dengan membagikan nasi bungkus gratis, kepada mereka yang tetap mengais rejeki di luar rumah saat pandemi Covid-19.

Apalagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu.

Pembagian nasi bungkus gratis ini menjadi satu kegiatan diantara banyak bentuk solidaritas yang dilakukan.

Satu Lagi, Pasien Positif Corona Solo Cluster Bogor Meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo

Pastor Kepala Gereja Santo Antonius Purbayan Solo, Romo Stefanus Bagus Aris Rudianto menyampaikan, pembagian tersebut menyasar para ojek online (Ojol) dan tukang becak yang masih mencoba mengais rejeki.

"Pembagian nasi yang kami lakukan lebih sosial, artinya KLB itu kan pasti berdampak kepada ojek online, supir becak, dan sebagainya." terang Bagus kepada TribunSolo.com, Selasa (24/3/2020).

"Kita peduli kepada mereka untuk membagi itu," imbuhnya.

Sebanyak kurang lebih 100 sampai 200 bungkus nasi disiapkan pihak Gereja St Antonius Purbayan setiap harinya.

Pembagian nasi bungkus ini dilakukan di depan pintu masuk gereja.

Bagus menjelaskan, nasi ratusan nasi bungkus tersebut bisa mulai diambil sekitar pukul pukul 14.00 WIB, sampai habis.

Pembagian nasi bungkus gratis sudah dilakukan sejak 16 Maret 2020.

Begini Kisah Menyentuh Guru Les Asal Solo Yang Banting Setir Jadi Ojol Karena Wabah Corona

"Jumlah nasi yang dibagi terus berkembang."

"Pertama itu 100 bungkus, kemudian 150 bungkus, dan sekarang sekitar 200 bungkus." jelas Bagus.

"Itu tergantung pemberian umat, ada yang memberi langsung bentuk nasi bungkus, ada yang dalam bentuk roti, macam-macam," tambahnya.

Bagus menyampaikan petugas atau panita yang membagikan nasi bungkus gratis ini tetap dibekali peralatan keamanan seperti masker dan hand sanitizer.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona kepada panitia.

Biasanya, masyarakat yang menginginkan nasi bungkus gratis ini, akan mengambil sendiri dan langsung pulang.

Antisipasi Pengunjung Darurat Selama Solo KLB Corona, Kantor Imigrasi Terapkan Sistem Shift

"Ada ojol yang tahu ada pembagian nasi gratis, lalu diambil dan langsung pulang."

"Ada tukang becak yang siang-siang datang untuk ambil nasi bungkus, lalu langsung pulang," tutur dia.

Dia menjelaskan, satu orang diperkenankan ambil satu nasi bungkus.

Dan selang satu jam, ratusan nasi bungkus gratis yang disediakan langsung habis.

"Biasanya, selang satu jam sudah habis," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Agil Tri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved