Breaking News:

Ibunda Jokowi Meninggal Dunia

Kaesang Ungkap Penyesalan Atas Meninggalnya Sang Nenek Sudjiatmi Notomihardjo

Setelah kepergian Eyang Noto, putra bungsu Jokowi ini tuliskan penyesalan atas meninggalnya sang nenek.

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Gibran Rakabuming saat mengantarkan jenazah sang nenek Sudjiatmi Notomihardjo untuk disemayamkan di pemakaman keluarga di Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Kamis (26/3/2020). 

Meski usianya masih muda, Sudjiatmi dan Notomiharjo sudah dilibatkan dalam usaha kayu ayahnya.

Ketika itu, ayahnya sudah membuka usaha di Srambatan, Solo.

Ketika usahanya berkembang, dan ayahnya sudah mampu membangun rumah di Solo, seluruh keluarga pun boyongan ke Solo.

Masih dari sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, Jokowi dan adik-adiknya sangat patuh terhadap ibundanya, Sudjiatmi.

Sudjiatmi tak pernah sekali pun memberi hukuman fisik pada keempat anaknya.

Sosok Sudjiatmi juga dikenal dekat dengan keempat anaknya.

Bahkan kepada Sudjiatmi jugalah Jokowi dan adik-adiknya biasa berkeluh kesah.

Sebab, Sudjiatmi selalu pas dalam memberi nasihat.

"Kalau Ibu bilang tidak, kita ndak berani membantah. Anak-anak mau ke mana, Ibu yang ngarahin,” kata Iit, adik Jokowi.

Jokowi Buka Sendiri Kain Kafan Sang Ibunda Sudjiatmi di Liang Lahat, Begini Cerita Juru Kunci

Kepatuhan Jokowi dan adik-adiknya terbentuk karena Ibu Sudjiatmi selalu konsisten.

Apa yang dikatakan sesuai dengan apa yang dilakukan.

Sang ibu tak gampang menjanjikan sesuatu untuk anak-anaknya.

Tidak ada janji hadiah kenaikan kelas, juga tidak ada iming-imingi sesuatu agar anak-anak tidak merengek.

Sudjiatmi dan Noto juga menunjukkan sikap pekerja keras.

Betapa sulitnya dalam berusaha, mereka tak pernah berkeluh kesah di depan anak-anak mereka.

Ketika anak-anak menghadapi masalah, Sudjiatmi juga berusaha tidak menyalahkan anak-anak ketika ada kesalahan dan menghadapi persoalan.

Disiplin, juga merupakan hal utama yang diajarkan Sudjiatmi kepada anak-anaknya.

Rukun dan saling membantu adalah kunci Sudjiatmi menyatukan keempat anaknya dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat.

Sudjiatmi juga mengajarkan anak-anaknya banyak bersyukur agar mengenal kata cukup.

“Harta itu titipan. Jangan dianggap kalau kita punya harta itu punya kita sendiri."

"Harta itu titipan Gusti Allah. Saya itu nggak patiyo (tidak terlalu) mikir harta."

"Anak-anak saya biar nanti cari sendiri, sudah dikasih rezeki sendiri. Orang hidup itu kalau sudah cukup ya sudah. Jangan serakah-serakah, cukup saja,” katanya.

Kesabaran dan dukungan penuh yang diberikan Sudjiatmi kepada keempat anaknya menjadi pegangan mereka.

Seorang Jokowi pun selalu memohon doa restu kepada sang ibunda.

Termasuk saat ia maju sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden Indonesia.

Masih dari laman yang sama, Sudjiatmi mengaku tak punya khusu untuk Jokowi.

Ia hanya berpuasa Senin-Kamis, salat tahajud, dhuha, salat rawatib, dan sunah-sunah lain semampu dia.

Selengkapnya kisah tentang Sudjiatmi dapat disimak lewat tautan ini.

(Tribunnews.com/ Siti Nurjannah Wulandari/Sri Juliati/ TribunSolo.com, Adi Surya Samodra)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sang Nenek Sudjiatmi Notomihardjo Meninggal Dunia, Kaesang Ungkap Penyesalan, 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved