Solo KLB Corona

Wacana Lockdown, Wali Kota Solo Sebut Tak Mungkin Dilakukan di Indonesia, Ini Alasannya

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai wacana lockdown tidak mungkin diterapkan di Indonesia.

Wacana Lockdown, Wali Kota Solo Sebut Tak Mungkin Dilakukan di Indonesia, Ini Alasannya
TribunSolo.com/Adi Surya
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat melayani permintaan wawancara wartawan di ruang kerjanya, Balai Kota Solo, Selasa (17/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai wacana lockdown tidak mungkin diterapkan di Indonesia.

Meski sejumlah negara telah memantapkan diri memberlakukan itu selama kurun waktu tertentu untuk menghadapi pandemi virus Corona.

"Kita tidak mungkin lockdown karena negara kita ini kepulauan, tidak mungkin dilakukan lockdown," tutur Rudy, Rabu (25/3/2020).

Sopir Bus di Wonogiri Positif Corona, Saat Ini Dirawat di RSUD Soediran Mangun Sumarso

Perpanjangan status kejadian luar biasa (KLB) virus Corona menjadi satu di antara banyak skenario yang bisa ditempuh guna menghadapai virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu.

"Dengan perpanjangan KLB, dengan imbauan di rumah saja itu sebetulnya hampir sama," terang Rudy.

Pengantin di Sukoharjo Nekat Gelar Resepsi saat KLB Corona, Hajatan Langsung Dibubarkan Polisi

"Cuman persiapan kita harus siapkan betul karena mereka semua butuh makan dan sebagainya, kita baru rumuskan itu," imbuhnya membeberkan.

Rudy menuturkan pemerintah perlu mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat matang sebelum memutuskan lockdown.

"Kalau sekarang itu tidak boleh, kalau ada razia begitu sajalah, razia pada ngumpul-ngumpul dan sebagainya, itu disuruh masuk ke rumah semua, tidak boleh keluar semua kecuali belanja dan sebagainya," ujar Rudy.

Masyarakat Luar Kota Masuk Ke Solo, Pemkot Imbau Langsung Karantina Mandiri

"Kita juga perlu mempersiapkan bahan baku pangan, untuk bahan baku ini masih tersedia aman," tambahnya.

Rudy mengungkapkan Pemerintah Kota Solo telah menggodok skenario dalam menghadapi wabah virus Corona.

Namun, orang nomor satu di Solo itu belum mau membocorkannya.

DKK Sukoharjo Was-was Mulai ada Pergerakan Arus Mudik Dini

"Solo sudah punya skenario, ini kita baru menyusun anggarannya," ungkap dia.

"Yang penting tidak mengumpulkan masa, kalau aktivitas kerja silakan yang pekerja harian ini kan kasian yang jualan di sekolahan ini yang perlu kita pikirkan, sopir taksi juga," tandasnya. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved