Breaking News:

Virus Corona

Begini Cara Mengurus Jenazah Muslim Pasien Corona Berdasar Fatwa MUI: Dikafani Keadaan Berpakaian

Fatwa ini dibuat dengan tujuan agar tidak terjadi penularan virus dari jenazah ke orang yang mengurusnya.

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. 

TRIBUNSOLO.COM - Pada Jumat (27/3/2020) kemarin, MUI resmi mengeluarkan Fatwa Nomor 18 Tahun 2020.

Fatwa ini dibuat dengan tujuan agar tidak terjadi penularan virus dari jenazah ke orang yang mengurusnya.

Perantau Tak Dilarang Mudik ke Solo, Ini yang Harus Dilakukan jika Tetap Nekat Pulang Kampung

Hal ini sekaligus menjadi bentuk tindak lanjut MUI atas perintah Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dikutip Kompas.com, Ma'ruf Amin meminta MUI dan organisasi masyarakat (ormas) Islam untuk mengeluarkan fatwa baru terkait pandemi Covid-19.

Pertama, fatwa untuk mengurusi jenazah penderita Covid-19.

"Untuk mengantisipasi ke depan, saya minta MUI dan ormas Islam untuk mengeluarkan fatwa kalau terjadi kesulitan mengurusi jenazah penderita corona ini."

"Misalnya karena kurang petugas medis atau situasi tidak memungkinkan, kemungkinan untuk tidak dimandikan misalnya," ujar Ma'ruf di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menjalani sesi wawancara virtual, Rabu (18/3/2020).
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menjalani sesi wawancara virtual, Rabu (18/3/2020). (Dokumentasi Setwapres)

Dikutip dari laman mui.or.id, ada tiga ketentuan umum dalam fatwa ini.

1. Jenazah harus diurus oleh sesama muslim

2. Jenazah termasuk kategori Syahid Akhirat, yaitu muslim yang meninggal dunia karena kondisi tertentu, antara lain karena wabah (tha’un), tenggelam, terbakar, atau melahirkan.

Halaman
1234
Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved