Breaking News:

Solo KLB Corona

Hari Ini, Napi di Rutan Solo Raya Dapat Asimilasi, Ini Jumlah yang Dikeluarkan pada 1 April 2020

Menteri Hukum dan HAM membuat kebijakan asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

Penulis: Ryantono Puji Santoso | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Tribun-Video.com/Radifan Setiawan
ILUSTRASI - Para Penghuni Lapas Klas 1 Surakarta Peringati HUT ke-73 Republik Indonesia dengan Lomba Bulutangkis Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ryantono Puji Santoso

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Menteri Hukum dan HAM membuat kebijakan asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

Secara nasional berdasarkan keputusan menteri hukum dan HAM Nomor M.HH-19 PK.01.04.04 tahun 2020 ada pembebasan melalui asimilasi dan integrasi bagi narapidana (napi) dimulai hari ini, Rabu (1/4/2020).

Jumlah total data nasional napi yang dikeluarkan terkait kebijakan ini ada 30 ribu seluruh Indonesia.

Satu Orang Positif Corona Di Klaten, Diketahui Sering Keluar Kota, Begini Kondisinya

Dari jumlah itu, ada Napi dari Rutan di Solo, Sragen dan Boyolali yang juga merasakan asimilasi tersebut.

Kepala Bapas 1 Solo, Kristiana Hambawani mengatakan, pengeluaran narapidana ini bukan berarti narapidana bebas.

Ada syarat bagi narapidana yang mendapatkan asimilasi ini yakni harus menjalankan setengah masa pidana mereka dan tidak lebih dari 31 Desember 2020.

UPDATE Corona di Indonesia 1 April 2020: Jumlah Pasien Meninggal Bertambah 21 Jadi 157 Orang

"Dari rutan keluar kita terima," papar Kepala Bapas 1 Solo Kristiana Hambawani, Rabu (1/4/2020).

"Pengeluaran ini dalam rangka melawan Covid-19," jelas dia.

Saat ini sesuai data yang keluar atau mendapat asimilasi dari Rutan Klas 1 Surakarta ada 29 Narapidana, Rutan Boyolali ada 1 Narapidana, dan Sragen 18 Narapidana.

BREAKING NEWS : Klaten Umumkan KLB Corona Karena Ditemukan 1 Orang Positif Covid-19

Nantinya, asimilasi ini akan dilakukan bertahap dan jumlahnya akan didata oleh rutan masing-masing.

Setelah narapidana ini mendapatkan asimilasi dan diserahkan ke Balas mereka akan mendapatkan status Klien Pemasyarakatan.

"Mereka akan menghabiskan sisa masa tahanan di rumah dan dengan pengawasan dari Bapas," terang Kristiana.

Update Corona Solo 1 April 2020: ODP dan PDP Naik, Sebaran Terbanyak di Kelurahan Mojosongo

"Klien pemasyarakatan juga akan dikenakan wajib lapor satu bulan sekali," kata dia.

Mereka tetap akan diberikan kegiatan dari Bapas dan tidak boleh keluar kota. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved