Virus Corona
Bisa Akibatkan Bercak, Inilah yang Perlu Dilakukan Usai Bodi Mobil Kena Semprot Disinfektan
Baru-baru ini pemerintah menegaskan jika cairan disinfektan tak baik jika disemprotkan ke manusia.
TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini pemerintah menegaskan jika cairan disinfektan tak baik jika disemprotkan ke manusia.
Ternyata cairan ini juga berdampak pada kendaraan anda.
• Benarkan Kuku Panjang Mempermudah Penularan Virus Corona? Begini Penjelasannya
Jadi meski baik untuk mematikan virus dan bakteri, cairan ini sebetulnya tidak ramah terutama pada cat mobil.
Hal ini bisa terjadi jika bekas cairan disinfektan dibiarkan bertahan cukup lama di bodi mobil.
Efek paling buruk bisa merusak lapisan cat dan membuat warna jadi kusam.
Robby Kurnia CEO Autoglaze Indonesia, mengatakan, dampak awal cairan disinfektan bagi cat mobil adalah timbulnya bercak.

• Sederet Hal Kecil yang Perlu Diperhatikan Seusai Berkendara Sepeda Motor untuk Cegah Virus Corona
Namun jika lama dibiarkan dapat membuat bercak, kerak, atau water spot yang lebih sulit dibersihkan.
Oleh karena itu, ia menganjurkan untuk mencuci mobil setelah terkena penyemprotan disinfektan.
“Atau paling minimal dikeringkan dengan lap, jangan sampai cairan disinfektan mengering sendiri dan dibiarkan dalam waktu lama,” ujar Robby, kepada Kompas.com belum lama ini.
Bagi sebagian orang, cara ini memang dianggap merepotkan. Namun efek disinfektan bagi cat mobil tidak bisa dianggap remeh, sebab dapat merusak lapisan cat.
“Kecuali sudah memakai coating tambahan, itu sedikit banyak membantu. Karena mobil yang sudah di-coating punya efek daun talas, sehingga jika ada cairan tidak mudah menempel di bodi,” kata Robby.
Cara Sterilkan Kabin Mobil untuk Cegah Virus Corona
Persebaran virus corona di Indonesia hingga kini masih terus bertambah.
Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terpapar virus corona.
• Update Kasus Corona Sabtu, 28 Maret 2020: 199 Negara Terdampak, Total 597.267 Kasus, 133.363 Sembuh
Tanpa disadari kebersihan kendaraan anda seperti mobil juga memiliki risiko terdapat virus corona di dalamnya.
Salah satu langkah untuk menangkal penyebaran virus Covid-19 atau Corona, yaitu menjaga kebersihan pada kabin mobil.
Mengingat, interior juga menjadi tempat berkumpulnya kuman.
Business Development Rotary Bintaro, Kelvin Ong, mengatakan ada beberapa treatment yang bisa dilakukan untuk membunuh virus atau bakteri dalam mobil, salah satunya adalah ozon.
Kelvin menjelaskan, ozon memiliki efek sterilisasi paling efisien sehingga secara efektif digunakan untuk melawan bakteri, virus.
Selain itu bisa menghilangkan bau yang tidak sedap di tempat yang tidak diinginkan secara permanen.
“Kalau fogging kan terlihat dan bisa dirasakan setelahnya, namun kalo ozon tidak ada asap atau apapun yang bisa dilihat dengan kasat mata. Tapi setelah ozon tentu ada perubahan pada kabin mobil,” ujar Kelvin kepada Kompas.com belum lama ini.
Selain itu, langkah antisipasi seperti itu juga telah diambil semua kalangan untuk mencegah penyebaran corona.
Salah satunya bengkel CARfix, yang memberikan Layanan gratis disinfektan.
• Mulai 1 April 2020, AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Domestik & Mancanegara
“Kami memiliki Anti Desinfektan Khusus untuk Mobil, dalam rangka mencegah penyebaran covid 19 ini kami berikan gratis setiap pelanggan yang melakukan perawatan service berkala di seluruh outlet CARfix,” ucap Fadly Hasan, Marketing Director CARfix Indonesia dalam siaran resmi, Sabtu (28/3/2020).
Fadly menjelaskan, selain itu juga melakukan beberapa inisiatif khusus dalam pencegahan Covid 19 di CARfix, untuk mencegah penyebaran ke pelanggan dan karyawan.
“Jadi saya mohon maaf bila ada yang kurang nyaman, tapi prinsipnya ini untuk kebaikan kita bersama,” kata dia.
(Kompas.com / Dio Dananjaya)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Bercak di Bodi Mobil Usai Kena Semprot Disinfektan",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bus-yang-disemprot-disinfektan-di-terminal-tipe-a-giri-adipura-wonogiri-y.jpg)