Breaking News:

Solo KLB Corona

Matangkan Persiapan, Pemkot Solo Bakal Simulasikan SOP Karantina Mandiri Pemudik Besok

"Kita mau sosialisasikan dulu, besok kita simulasikan," tutur Rudy, Minggu (5/4/2020).

TribunSolo.com/Ryantono Puji
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Loji Gandrung, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana mensimulasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) karantina mandiri pemudik yang tiba di wilayahnya besok, Senin (5/4/2020).

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, simulasi tersebut sekaligus sosialisasi SOP karantina mandiri pemudik.

"Kita mau sosialisasikan dulu, besok kita simulasikan," tutur Rudy, Minggu (5/4/2020).

Diduga Alami Gangguan Jiwa saat Karantina, Seorang Pemuda Gigit Leher Nenek Berusia 80 Tahun

Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Corona, Warga Dawung Solo Bagikan 1,5 Ton Beras

Berkaitan dengan SOP ini akan ada perubahan yang dilakukan Pemkot Solo.

Awalnya, para pemudik yang tiba di Solo melalui Terminal Tirtonadi, Stasiun Jebres, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Purwosari, ataupun Bandara Adi Soemarmo akan didata terlebih dahulu.

Para pemudik kemudian dibawa menggunakan bus karantina menuju Posko Covid-19 24 di Kompleks Balai Kota Solo.

Mereka akan melalui proses skrinning kesehatan di Posko tersebut sebelum dikarantina mandiri selama 14 hari di lokasi yang disediakan Pemkot Solo atau di rumah.

Rudy menyampaikan SOP tersebut rencananya akan dirubah supaya kompleks Balai Kota Solo tidak menjadi titik episentrum virus Corona.

"Para pemudik tidak akan dibawa ke Posko Covid-19 24 jam, nek bawa virus malah di Balai Kota, ya sudah coba kita rubah," tutur Rudy, Minggu (5/4/2020).

Proses skrinning kemudian dialihkan ke lokasi karantina pemudik, yakni Graha Wisata Niaga Solo.

"Jadi SOP-nya nanti pemudik dari terminal, dari stasiun, dari bandara, nanti langsung masuk rumah karantina dan dipersika di situ," terang Rudy.

Para pemudik kemudian akan diberikan pilihan dikarantina di Graha Wisata Niaga atau rumah sendiri.

Apabila mereka menyatakan siap dan sanggup melakukan karantina mandiri di rumah sendiri, maka dibolehkan.

"Mereka akan diawasi Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Linmas, begitu bandel keluar rumah akan langsung diambil dan dimasukkan rumah karantina," ucap Rudy. (*)

Penulis: Adi Surya Samodra
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved