Breaking News:

Solo KLB Corona

Bupati Wonogiri Pilih Bekas Rumah Sakit untuk Isolasi Pasien PDP Covid-19 yang Berasal dari Pemudik

Pemkab Wonogiri kini menyiapkan satu tempat isolasi bagi pasien Covid-19 untuk untuk membackup RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Bekas Rumah Sakit Marga Husada di Jalan Letjen Suprapto No 4, Pancuran, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Beberapa hari terakhir ini, Kabupaten Wonogiri menjadi salah satu daerah di Solo Raya yang disorot saat pandemi Corona berlangsung.

Ya, karena Wonogiri menjadi penyumbang pemudik cukup banyak dari kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Tak tanggung-tanggung, hingga akhir Maret tercatat sudah ada 20.245 pemudik yang pulang ke kampung halamannya.

Rp 6 M Kurang, Pemkab Wonogiri Gelontor Rp 110 M untuk Tangani Covid-19, Dibagi Kepada Siapa Saja?

Bahkan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menyebut ada sebanyak 28 persen atau sekitar 300.000 warga Wonogiri sebagai perantau (kaum boro), di antaranya di Jakarta dan sekitarnya.

Artinya kemungkinan besar masih banyak warga perantauan yang akan pulang ke daerahnya.

Untuk itu, Pemkab Wonogiri kini menyiapkan satu tempat isolasi khusus untuk menampung pemudik yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP).

Yakni untuk membackup RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, di tengah mengahadapi arus mudik dini.

Jekek sapaan akrab Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan, tempat yang disiapkan Pemkab Wonogiri cukup representatif, karena bisa memisahkan para pemudik yang tiba dengan waktu yang berbeda.

Tak Setuju Wacana Lockdown Tiap Kampung, Bupati Wonogiri: Kita Lawan Virus, Bukan Hewan Buas

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved