Breaking News

Virus Corona

PSBB Jakarta Diberlakukan, Driver Ojol Makin Terpukul, Sehari Hanya Dapat 2 Orderan

Pekan ini saja, sudah lima hari, tiap hari kira-kira cuma dua orderan. Padahal saya dari siang, tapi tidak ada yang masuk.

TRIBUNSOLO.COM/RYANTONO PUJI SANTOSO
Perwakilan driver ojol di Solo mendatangi Kantor Dishub Solo Jumat (20/12/2019), untuk menuntut agar Dishub mencabut izin operator ojol Maxim karena tarifnya terlalu murah. 

TRIBUNSOLO.COM - Driver Ojek Online (Ojol) makin merasakan dampak dari pandemi corona saat ini terlebih dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) Jakarta.

Kebijakan PSBB resmi berlaku Jumat (10/4/2020) sampai dua pekan ke depan. Langkah ini untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi covid-19.

Penerapan PSBB Jakarta dilengkapi dengan sejumlah peraturan turunan. Salah satunya yaitu soal pembatasan ojek online ( ojol) yang tidak boleh membawa penumpang sebagai bagian dari physical distancing.

Antisipasi Penularan Virus Corona, Bayi Baru Lahir di Thailand Dipasangi Pelindung Wajah

Gara-gara Pasien Positif Covid-19 Berbohong saat Diperiksa, 76 Pegawai di RSUD Purwodadi Kena Imbas

Syahroni Mukti Ali, mitra pengendara Gojek mengatakan, saat masih anjuran work form home (WFH) saja penghasilannya sudah jauh menurun, maka kini dengan adanya PSBB Jakarta bakal lebih berkurang.

"Pekan ini saja, sudah lima hari, tiap hari kira-kira cuma dua orderan. Padahal saya dari siang, tapi tidak ada yang masuk. Sehari dua itu juga GoFood (pesan antar makanan)," kata Ali kepada Kompas.com, Jumat (10/4/2020).

 Soal PSBB tidak boleh membawa penumpang, Ali mengatakan hanya berlaku di Jakarta. Dia dan banyak rekannya masih bisa narik orderan penumpang di sekitaran Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Di tempat saya masih bisa, rumah saya soalnya Ciledug masih Tangerang, tapi Jakarta tidak. Karena itu Gojek tidak ada yang lari ke tengah (Jakarta) tapi ke pinggiran semua. Karena di daerah itu yang masih bisa bawa penumpang," katanya.

Meski demikian, kata Ali, mencari customer memang sulit. Jumlah pelanggan yang memesan GoRide menurun drastis dua pekan terakhir.

"Apalagi karena semua sudah pada libur, jarang banget yang oder GoRide, paling yang sekitar sini-sini saja sih. Kemarin saya dapat orderan GoRide cuma satu dan itu juga dekat, orang belakang komplek saya," katanya.

Di sisi lain, sejumlah wilayah lain juga ingin mengikuti jejak yang sama seperti jakarta. Ada lima wilayah yang saat ini sudah mengajukan PSBB ke Kementerian Kesehatan, yakni Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan.

Khusus untuk Tangerang, Wali Kota Arief Wismansyah mengatakan, telah mengajukan PSBB ke Provinsi Banten. Hal ini dilakukan karena status PSBB Jakarta diprediksi akan sangat berdampak pada Kota Tangerang.

"Kalau memang (Tangerang) PSBB juga ya sama saja sama driver yang di Jakarta, orderannya tinggal GoFood sama GoSend, cuma ini yang masih bisa seperti pernyataan Anies, untuk membatasi interaksi dengan orang," katanya.

"Bukan hancur-lebur lagi ini (pendapatan), orang-orang sudah pada ngeluh semua ini pada bingung situasinya. Semoga cepat selesai wabah semuanya," kata Ali. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Keluh Kesah Driver Ojol Adanya PSBB Jakarta",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved