Breaking News:

Virus Corona

Beri Larangan Mudik, MUI Sebut Corona Bisa Jadi Malapetaka

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang umat Islam untuk tidak pulang kampung atau mudik selama pandemi Corona.

(GALIH PRADIPTA)
Ilustrasi mudik. 

TRIBUNSOLO.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang umat Islam untuk tidak pulang kampung atau mudik selama pandemi Corona.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Soleh mengatakan, mudik sedianya bertujuan untuk silaturahim dan sangat dianjurkan.

Namun ketika dipaksakan karena dapat menyebarkan corona, maka dapat mendatangkan masalah.

Kondisi Menhub Budi Karya Sumadi Dikabarkan Makin Membaik, Belum Dipastikan Negatif Corona

Dirinya menegaskan meski bertujuan baik, jika berakibat buruk akan mendatangkan dosa.

Dikutip TribunSolo.com dari Tribunnews.com, Asrorun meminta umat Islam tidak mudik agar tidak mendatangkan malapetaka bagi keluarga di kampung halaman.

"Jangan sampai niat baik dilakukan dengan cara yang salah berdampak buruk bagi silaturahim. Tujuannya adalah silaturahim, tetapi justru menyebabkan malapetaka, tentu ini akan melahirkan dosa," ujar Asrorun.

Diduga Bosan dan Depresi, Turis Bali Nekat Mantai saat Pandemi Corona, Ada yang Sampai Lompat Pagar

Asrorun mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang berisi larangan umatnya yang berada di daerah terkena wabah untuk keluar.

Umat yang berada di luar daerah wabah juga diimbau untuk tidak memasuki daerah wabah.

Kondisi tersebut menurutnya, sama dengan yang saat ini terjadi.

Nasib Puluhan Warga di Bogor yang Baru Tahu Tetangga Meninggal karena Corona, Berpotensi Jadi ODP

Sehingga masyarakat yang ada di zona merah penyebaran corona tidak mudik.

"Kalau Anda berada di kawasan Jabodetabek, berada di kawasan merah penyebaran, maka jangan keluar dari kawasan merah itu, yang jika anda keluar akan potensial menularkan kepada saudara-saudara kita," kata Asrorun. (Fahdi Fahlevi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Sekretaris Fatwa MUI: Selama Ada Wabah Covid-19, Mudik Mendatangkan Malapetaka"

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved