Breaking News:

Solo KLB Corona

Curhat Ojol di Klaten, Pendapatan Merosot 80 Persen, Tiap Hari Hanya Cukup Untuk Beli Bensin

Berminggu-minggu dihantam Corona, pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di Kabupaten Klaten merasakan dampaknya.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Ojol bernama Bambang (54), warga Ngeriman, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Rabu (15/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Berminggu-minggu dihantam Corona, pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di Kabupaten Klaten merasakan dampaknya.

Tak tanggung-tanggung, pendapatan ojol ini berkurang hingga 80 persen.

Seperti yang dialami oleh Bambang (54), warga Ngeriman, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.

Bambang mengaku penghasilan per harinya hanya bisa mencukupi dirinya saat di jalan.

Dicokok Polisi, Pria Ini Mengaku Terpaksa Edarkan Obat Terlarang di Klaten karena Jadi Pengangguran

"Saat virus ini merebak, penghasilan saya berkurang, bahkan hanya bisa membeli bensin saja," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Rabu (15/4/2020).

Bambang mengatakan ia mulai beredar di jalanan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Pria yang sudah mempunyai tiga cucu ini mengaku jarang menerima pesanan makanan alias Go Food.

Padahal biasanya saat sebelum Corona, pelanggan Go Food melimpah.

Imbas Pandemi Corona, Polres Klaten Bagikan Paket Sembako Kepada Ojol, Seperti Ini Isinya

"Saat ini, permintaan pesanan makanan makin berkurang," jawab Bambang.

Bahkan saking sepinya, dia biasanya mondar-mandir di sejumlah jalan di Telkom, Alun-alun, Ayam Penyet Surabaya hingga Ayam Penyet Setan.

"Saya mangkal di beberapa spot di Kabupaten Klaten, tapi sepi," aku dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved